Wednesday, February 13, 2013

Serahkan atau Rebut?

Permainan ini merupakan permainan "serah-rebut" POWER (kuasa). Terjadi pada setiap orang, hanya saja hanya segelintir orang yg sadar.

Aturannya spt ini....Jika kita mencari kambing hitam, menyalahkan keadaan, masa lalu, orang, dsb. Lalu menganggap diri kita hanya victim alias korban keadaan, korban masa lalu..., maka yg terjadi sebenarnya adalah : kita memindahkan POWER dari diri kita, lalu menyerahkannya kepada kekuatan eksternal. (disempowering ourself)

Biasanya selalu ada kemungkinan 'korban2' ini kemudian akan mendapatkan simpati, karena ia dan sekitar menempatkan dirinya sebagai korban.

Aku dipecat gara2 bossku.
Aku narkoba karena papa-mama berantem terus.
Aku miskin karena memang dari keluarga melarat.
Aku bodoh karena selalu tidak ada yang mengajariku.
Aku gagal meraih target penjualan karena dicurangi.
....

Konsekuensinya adalah kita akan tetap lemah dan selamanya berstatus korban keadaan, sampai tua, sampai kapanpun!

NAMUN permainan akan sama sekali berbeda jika..kita memutuskan untuk mengambil tanggung jawab atas apapun yang terjadi pada diri kita saat ini, tanpa memerlukan kambing hitam seekorpun!

Sepintas lalu memang terkesan tak adil.

Siapa yang menghendaki lahir di keluarga broken home?
Siapa yang mau punya ayah ibu yang melarat?
Siapa yang sudi punya boss atau atasan kejam seperti itu?
Siapa sih yang ingin cacat?
Siapa yang senang putus sekolah karena biaya?
Dsb

Namun begitu, jika kita "memilih" berdiri disudut yang benar dengan prinsip: segalanya terjadi karena suatu maksud baik.

Maka seluruh POWER akan kita rebut. Konsekuensinya. ..kita akan bangkit, mengalahkan keadaan, melangkahi keterbatasan dan menciptakan kemenangan-kemenang an.

Bagaimana?
Serahkan..? atau rebut..?

Aturannya jelas : Siapa yang mempunyai, kepadanya akan DITAMBAHKAN (power), tetapi siapa yang tidak mempunyai... apapun juga (power) akan DIAMBIL dari padanya.

No comments:

Post a Comment

Tak ada gading yang tak retak, saran dan kritik akan kami terima dengan senang hati. Anda sopan kami segan.

Followers

Networked Blog