Thursday, February 14, 2013

Kisah Sup Batu

Suatu waktu terdapatlah tiga prajurit yang sangat lapar dan lelah setelah keluar dari daerah peperangan. Mereka mendatangi saatu desa kecil. Ketika penduduk desa melihat ketiga prajurit tersebut segera mereka menyembunyikan makanan mereka
yang tersisa. Hal ini dilakukan karena penduduk desa itu sendiri kekurangan makanan yang disebabkan perang dan mengalami gagal panen.
 
Ketiga prajurit ini menyadari bahwa penduduk desa juga mengalami kekurangan bahan makanan, lalu mereka berbicara dengan suara perlahan. Setelah itu, prajurit pertama menoleh kepada sekerumunan penduduk desa dan berkata, “Kami mengerti
bahwa keadaan perang dan masa paceklik ini telah menyebabkan kalian tidak bisa berbagi, jadi kami yang akan memberikan apa yang kami punyai, yaitu rahasia bagaimana membuat sup dari batu.
 
Dengan didorong oleh rasa ingin tahu dan kekurangan makanan, penduduk desapun tertarik dan datang untuk menyaksikannya. Maka dinyalakanlah sebuah perapian, ditaruh panci umum, dimasukkannya air dan dijatuhkannya tiga batu ke dalam panci itu
oleh ketiga prajurit tersebut.  
 
Sebentar lagi sup ini akan siap, kata prajurit kedua. Akan tetapi dengan tambahan sedikit garam dan daun seledri pada sup ini akan membuat ia menjadi lebih enak lagi, lanjutnya.
 
Seorang penduduk desa seperti teringat sesuatu dan berkata dengan bersemangat, Wah kebetulan sekali, saya masih ada garam dan daun seledri yang tersisa. Lalu ia berlari kerumahnya dan mengambil bahan penyedap tersebut dan segera
dimasukkannya ke dalam panci. Sementara sup itu mendidih, para penduduk desa yang lain juga teringat bahwa mereka memiliki sesuatu yang bisa dimasukkan ke dalam sup tersebut, mulai dari wortel, kentang, daging dan sayur kering lainnya. Akhirnya, tak lupa juga mereka mengeluarkan minuman kesayangan mereka.
 
Lalu mulailah mereka menikmati sup batu dan minum sambil berjoget, memainkan alat musik, menyanyi, bertepuk tangan hingga tengah malam bersama ketiga teman baru mereka. Betapa gembiranya penduduk desa tersebut bisa melakukan hal seperti ini
lagi, yaitu suatu hal yang telah mereka lupakan karena kesengsaraan yang mereka alami.
 
Pada keesokan paginya, ketiga prajurit itu bangun dan melihat bahwa hampir semua penduduk desa telah berdiri di depan mereka. Di dekat kaki prajurit-prajurit itu terletak sebuah bungkusan yang berisi roti dan keju yang dikumpulkan oleh penduduk desa. Salah satu dari penduduk itu berkata, Kalian telah memberikan kami hadiah yang terbaik, yaitu rahasia bagaimana membuat sup dari bebatuan dan kami tidak akan melupakannya.
 
Prajurit ketiga mengomentari, Sebenarnya itu bukanlah rahasia, tetapi yang pasti bahwa hanya dengan berbagi kita bisa membuat perjamuan besar. Dan ketiga prajurit pun meninggalkan desa itu.

Apa hubungan cerita inspiratif ini dengan effective delegation dan team work? (ed: Boy 02470609694)

No comments:

Post a Comment

Tak ada gading yang tak retak, saran dan kritik akan kami terima dengan senang hati. Anda sopan kami segan.

Followers

Networked Blog