Monday, January 14, 2013

Sejarah Hipnotisme dalam Psikologi

Sejarah hypnosis dapat di telusuri sampai ke jaman kehidupan budaya Mesir, Cina, India, Romawi dan Yunani. Sejak jaman dahulu kala, manusia selalu merasa ingin tahu mengenai kekuatan pikiran. Kekuatan pikiran ini sering dikaitkan dengan dunia mistik, spiritual, kedokteran dan akhirnya hiburan. Dunia pikiran ini begitu mengherankan, mengundang rasa ingin tahu yang besar karena tidak satu orang pun yang dapat menjelaskan bagaimana hypnosis itu bekerja.

Orang yang paling terkenal pada jaman dahulu kala mengenai hypnosis adalah Franz Anton Mesmer (1734-1815). Namun yang diakui sebagai bapak hypnosis adalah James Braid (1795-1860). Karakter keduanya merupakan karakter yang sangat bertolak belakang. James Braid merupakan orang yang pikirannya sangat praktikal dan tidak melebih-lebihkan, sedangkan Anton Mesmer adalah kebalikannya. Walaupun Anton terkenal sebagai orang yang dapat menyembuhkan banyak penyakit pada jamannya, teorinya paling tidak dipercayai oleh kalangan ilmuwan pada saat itu.

Kata "Hypnosis" itu sendiri di temukan oleh James Braid, yang diambil dari kata dewa tidur, Hypnos dalam bahasa Yunani. Akan tetapi James akhirnya menyadari bahwa penggunaan kata "tidur" bukan merupakan kata yang tepat. Ia memandang hypnosis ini sebagai proses psikologi alami. Namun kata hypnosis sudah terlanjur terkenal dan paling disalah mengerti sampai pada abad kedua puluh ini. Kebanyakan orang mengetahui hypnosis dari media televisi. Hypnosis sering dianggap sebagai pengendali pikiran, dimana orang yang dihipnotis dianggap tidak memiliki kendali atas pikirannya, seperti yang sering ditunjukan pada hypnosis panggung. Hypnosis panggung memiliki tujuan yang berbeda dengan hypnosis terapi. Yang satu ditujukan untuk dunia hiburan dan yang satunya lagi ditujukan untuk hypnotherapy. Teknik-teknik hypnosis yang dipakai dalam dunia hiburan lebih menekankan induksi cepat karena effeknya yang mengaggumkan. Namun dalam hypnotherapy yang sesungguhnya, proses menghipnotis pasien jauh lebih kompleks daripada yang pernah dilihat di media televisi.

Banyak sekali orang yang ingin belajar hypnosis agar dapat membawa keadaan pikiran orang lain kedalam trance, namun tantangan yang sebenarnya adalah bagaimana membawa orang lain keluar dari keadaan trancenya masing-masing. Mengapa? Dalam seminar-seminar hypnosis, Bandler dan Grinder suka mengatakan bahwa hypnosis itu tidak ada sama sekali dan yang satunya lagi mengatakan bahwa semua bentuk komunikasi merupakan hypnosis. Mereka juga mengatakan bahwa manusia adalah mesin-mesin penghipnotis. Pada dasarnya manusia saling menghipnotis satu sama lain. Bahkan ketika seorang manusia sedang sendirian tanpa ada orang lainnya yang ikut campur, orang tersebut keluar dan masuk ke dalam trance secara otomatis.

Jadi apa itu yang disebut hypnosis? Pertama-tama hypnosis tidak meliputi keadaan tidur yang seperti diperkirakan oleh banyak orang. Ketika seseorang berada dalam hypnotic trance, tubuhnya akan menjadi santai, namun pikirannya akan menjadi sangat focus dan jernih. Yang dimaksud dengan keadaan trance adalah keadaan pikiran manusia yang sangat alami yang terjadi dalam beraktifitas sehari-hari seperti ketika melamun di siang hari, berpikir keras, membaca buku, menonton film, meditasi, dan
sebagainya.

Indikasi seseorang dalam keadaan trance

1. Otot-otot wajah dan tubuh yang santai.
2. Suara yang lebih berat.
3. Gerakannya sedikit, lambat, dan tidak halus (jerky).
4. Dapat berdiam diri dalam waktu yang lama tanpa rasa lelah.
5. Detak jantung dan pola nafas yang melambat.
6. Mata yang tidak fokus karena memperhatikan keadaan internal atau menutup mata.

Milton Model

Pada tahun 1923, seorang murid psikologi di Universitas Wisconsin menjadi begitu terkesima dengan demonstrasi hypnosis yang dilakukan oleh Clark Hull dan murid itu bernama Milton Erickson yang akhirnya menjadi orang yang ternama dalam dunia hypnosis di Amerika. Erickson berasal dari latar belakang keluarga yang miskin dan banyak mengalami gangguan kesehatan hampir keseluruhan masa hidupnya. Erickson percaya bahwa dalam diri setiap manusia memiliki kemampuan untuk menyembuhkan diri sendiri dan orang lain.

Erickson lahir di kota Nevada pada tahun 1901. Pada saat ia mencapai umur 17 tahun, ia terkena polio sehingga sulit bergerak. Ia mengaku bahwa pengalaman dimasa mudanya itu membuatnya lebih menyadari akan gerakan-gerakan fisik dan proses komunikasi secara verbal dan non-verbal. Masa-masa itu sangat menolongnya dalam mengobservasi dan sekaligus mengerti reaksi pasiennya. Erickson adalah orang yang buta warna dan juga tidak dapat membedakan nada suara. Ia adalah orang yang paling kreatif dan sangat fleksibel dalam cara menghypnotis kliennya, sehingga tidak ada yang tidak bisa dihipnotisnya. Hampir semua praktisi hypnotis telah terinspirasi oleh kreatifitas dan keberhasilannya, termasuk Bandler dan Grinder. Bandler dan
Grinder menjadi penasaran dan ingin mempelajari apa yang membuat Erickson effektif seperti yang diberitakan banyak orang.

Ketika Bandler dan Grinder mempelajari cara Milton Erickson memberikan terapi secara lebih terperinci selama beberapa bulan, mereka menemukan suatu perbedaan besar dalam hal pola bahasa yang digunakan Milton, Perls dan Virginia Satir. Pola bahasa yang digunakan Perls dan Satir diformulasikan sebagai Meta model, sedangkan pola bahasa yang Milton gunakan merupakan seluruh pelanggaran dari Meta model. Milton Erickson seringkali menggunakan banyak cerita-cerita, kata-kata yang tidak spesifik dan cenderung memiliki lebih dari satu arti (ambiguous). Jadi cara kerja Meta model adalah dengan membantu seorang klien untuk memperjelas peta dalam pikirannya agar lebih akurat sehingga berguna untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Namun yang mengherankan adalah apa yang membuat Milton Erickson juga sangat effektif dalam metode penyembuhannya?

Bandler dan Grinder menamakan pola bahasa yang digunakan oleh Milton sebagai pola bahasa yang artfully vague, katakanlah sebagai menggunakan kata-kata yang tidak jelas secara artistik dan terampil. Cara Milton menggunakan kata-kata akan sangat terbuka untuk berbagai macam interpretasi dan imajinasi. Ketidak jelasan (Vagueness) ini merupakan cara yang effektif dalam menciptakan keadaan trance (keadaan pikiran yang terhipnotis) .

Milton juga dikenal dengan cara menghipnotis yang dilakukan secara tidak langsung dan tidak memaksa, dimana caranya ini bertolak belakang dengan cara-cara menghipnotis yang ada. Ini adalah salah satu alasan mengapa NLP menyebut hypnosisnya sebagai Ericksonian Hypnosis. Ia tidak menggunakan teknik induksi yang sudah sangat terstruktur, ia lebih memilih untuk menuntun klien-klien nya memasuki hypnosis secara lebih alami. Dikarenakan kata-kata yang digunakan adalah kata-kata yang general dan tidak jelas, maka para pendengarnya cenderung lebih berimajinasi untuk mengartikan apa yang baru dikatakan oleh Erickson.

Banyak orang yang terlalu mempersoalkan definisi pikiran sadar dan yang tidak sadar. Padahal hal ini tidak penting dan tidak perlu dipersoalkan. Bandler dan Grinder menjawab hal ini dalam bukunya yang berjudul Frogs into Princes: "Janganlah terperangkap oleh kata-kata 'sadar' (conscious) dan 'tidak sadar' (unconscious) . Keduanya tidak nyata. Kedua kata tersebut hanya merupakan suatu cara untuk menjelaskan suatu kejadian-kejadian yang berguna dalam kontek yang disebut (therapeutic change) perubahan dengan terapi."

'Conscious' dapat diartikan sebagai apapun juga yang anda sadari pada saat tertentu. Sedangkan 'Unconscious' adalah hal-hal apapun juga yang diluar kesadaran anda seperti ketika anda telah menguasai bagaimana mengendarai mobil. Setelah anda menguasai cara mengendarai sebuah mobil, anda dapat berbicara dengan orang lain didalam mobil anda, dimana sebelumnya percakapan lebih merupakan sebuah gangguan.

NLP dan Hypnosis

NLP sangat identik dengan penggunaan Meta model yang membawa pikiran seseorang lebih berada pada realitasnya (up time state), sedangkan Ericksonian Hypnosis membawa pikiran seseorang fokus kedalam dirinya masing-masing. Sekilas memang kedua metode ini sangat bertolak belakang, namun sesungguhnya keduanya bermuara kepada hal yang sama. Ketika anda berusaha menjawab pertanyaan-pertanya an yang ada di Meta model dengan baik, maka anda mau tidak mau harus fokus kedalam diri anda sendiri.

Yang perlu dimengerti adalah keadaan trance merupakan keadaan yang alami dan terjadi berkali-kali setiap harinya, seperti menghayal di siang hari, merencanakan ingin makan apa siang hari ini, secara emosi terlibat dengan acara televisi dan sebagainya. Dalam NLP, trance merupakan keadaan downtime, terlibat dengan dunia internalnya sendiri. Sedangkan up time merupakan keadaan terlibat dengan dunia luar seperti keadaan dimana anda sedang bersiap siaga. Jika hanya ada yang dinamakan pikiran sadar, maka kita dapat menghentikan dan memulai proses berpikir sesuai dengan perintah dan keinginan kita.

Apa Perbedaan Utama Antara Hypnosis, dan NLP?

Banyak orang mengenal hypnosis untuk pertama kalinya dari acara televisi atau dari sebuah demonstrasi hypnosis yang menghibur. Dari sini, timbullah suatu anggapan bahwa hypnosis merupakan cara yang sangat efektif untuk mengendalikan pikiran orang lain. Orang sering membayangkan seandainya dirinya bisa membuat orang lain melakukan apa yang diinginkannya secepat yang ditunjukkan di televisi. Dan jika anda berpendapat seperti ini, maka anda telah terhipnotis karena pikiran kritis anda telah menganggur sementara untuk mempercayai efek hypnosis yang begitu kuat terhadap orang lain.

Dibawah ini adalah klasifikasi mengenai hypnosis yang sudah berubah sejalan dengan waktu. Metode hypnosis yang diajarkan dapat dibagi menjadi tiga karakteristik yaitu:

1. Traditional Method of Hypnosis

Metode tradisional hypnosis atau the old school of hypnosis ditandai oleh banyak sekali penggunaan sugesti langsung, dan katakanlah keadaan pikiran yang terpusat atau deep trance. Stage hypnosis (Hypnosis yang biasa digunakan untuk hiburan) merupakan contoh dari metode tradisional hypnosis.

Dari metode ini berpendapat bahwa pada umumnya trance hanya terjadi ketika seorang hypnotis sengaja menginduksinya. Tapi pada jaman sekarang pandangan ini mungkin sekali sudah berubah atau tercampur baur dengan metode-metode dibawah ini:

2. Ericksonian Hypnosis

Disebut sebagai Ericksonian hypnosis karena memang cara-cara yang digunakan oleh Milton Erickson dalam hypnosis ini sudahtidak sama dengan metode sebelumnya. Bahkan setelah menyaksikan bagaimana Milton menghipnotis kliennya, para ahli hypnotist yang menyaksikannya mengatakan ia tidak menggunakan hypnosis lagi.

Hal itu disebabkan karena dirinya menggunakan sugesti yang tidak bersifat memerintah seperti "tutup mata anda sekarang" Sebaliknya, Milton menggunakan sugesti yang bersifat tidak memerintah dan tidak langsung seperti "anda boleh menutup mata anda sekarang untuk lebih merasa santai." Dengan Ericksonian hypnosis, orang-orang dapat terhpnotis dengan mata terbuka.

Bahasa yang digunakan Milton Erickson digambarkan sebagai bahasa yang abstrak, namun terasa sesuai dengan pengalaman dalam pikiran orang yang mendengarnya atau disebut juga sebagai artfully vague. Sebaliknya bahasa yang digunakan dalam NLP adalah bahasa yang persisi.

Baik Ericksonian dan NLP berpandangan bahwa trance merupakan keadaan pikiran yang terjadi setiap hari dan di berbagai tempat dan keduanya menggunakan direct suggestion ataupun indirect suggestion, tergantung dengan respon klien. Setiap orang adalah mesin penghipnotis alami. Deep trance bukan merupakan keharusan untuk mengubah keadaan emosi. Dari sudut pandang pendiri NLP, semua jenis komunikasi yang efektif adalah hypnosis. Dan disamping itu mereka juga mengatakan bahwa hypnosis itu sesungguhnya tidak ada "all kinds of effective communication is hypnosis or hypnosis doesn't exist".

3. Neuro Linguistic Programming

NLP diciptakan oleh John Grinder dan Richard Bandler, yang merupakan hasil dari menemukan kunci-kunci perbedaan yang membuat Milton Erickson menjadi sangat efektif. Bahkan Miltonpun mengakui bahwa kedua orang ini dapat menjelaskan cara-cara yang ia gunakan jauh lebih baik dari penjelasan yang bisa diberikannya, walaupun apa yang dijelaskan dalam bukunya bukan merupakan deskripsi yang lengkap. Dan bukan berarti Bandler dan Grinder tidak bisa melakukan apa yang Milton lakukan. Mereka telah berhasil membuat ilmu yang kompleks yang sebelumnya merupakan misteri menjadi bisa dipelajari dengan baik. Milton juga mengakui bahwa untuk menjelaskan apa yang ia lakukan sangatlah sulit.

Perlu diingat bahwa inti dari NLP adalah Modeling Human Excellence, bukan disiplin mengenai hypnosis.

Stay purposeful, and resourceful

"We can't always control our events, but we can always control how we think, speak, and act as our respond to the events."

No comments:

Post a Comment

Tak ada gading yang tak retak, saran dan kritik akan kami terima dengan senang hati. Anda sopan kami segan.

Followers

Networked Blog