Sunday, January 27, 2013

Menjadi Pelobi Ulung Dalam Bisnis

"Melobi"pada dasarnya merupakan usaha yang dilaksanakan untuk mempengaruhi pihak-pihak yang menjadi sasaran agar terbentuk sudut pandang positif terhadap topik lobbying. Dengan demikian diharapkan memberikan dampak positif pula bagi pencapaian tujuan kita.

Untuk dapat merealisasikan hal tersebut, lobbying menganut pendekatan win-win. Pada intinya kegiatan melobi dapat diartikan sebagai aktivitas untuk menyodorkan ide yang telah "diproses" sedemikian rupa, sehingga memiliki arti dan nilai yang positif bagi sasaran lobi.

Pelaksanaan lobbying dapat bervariasi dan sebenarnya tidak memiliki batasan yang sangat mengikat. Akan tetapi, pada umumnya tahapan yang dilalui seperti di bawah ini.

- Tahap awal lobbying mencakup penentuan tujuan lobbying secara jelas, penentuan pihak pendukung dan penentang, serta yang terpenting adalah penentuan target lobbying.
- Tahap pengumpulan dan analisis informasi yang kemudian dimanfaatkan untuk menentukan strategi lobbying. Harus diingat bahwa penentuan strategi lobbying harus spesifik untuk setiap target lobbying. Untuk memberikan dukungan kesiapan dalam melaksanakan lobbying, harus diadakan pengamatan terhadap iklim dan perkembangannya di dalam dan di luar perusahaan dalam kaitannya dengan topik lobbying.
- Tahap pra implementasi yang meliputi pengembangan disain implementasi lobbying yang mencakup kontak, pemilihan tempat, format isi dan aktivitas follow up harus dilaksanakan untuk mendukung kelancaran jalannya lobbying.
- Tahap implementasi, melaksanakan apa yang sudah direncanakan. Agar dapat belajar dari pengalaman dan senantiasa memperbaiki diri, maka tahapan implementasi harus dilengkapi oleh adanya review secara berkesinambungan.

Pada dasarnya, setiap aktivitas lobbying mengandung dua elemen utama, yaitu elemen kontakdan pengaruh. Dengan demikian kesuksesan mengimplementasikan lobbying dipengaruhi pula oleh kemampuan kita dalam mengejawantahkan kedua elemen tersebut dalam suatu bentuk kesatuan yang utuh dan tidak hanya berorientasi pada hasil jangka pendek, tapi juga jangka panjang.

Setiap aktivitas lobbying selalu didahului, disertai dan diakhiri oleh adanya 'kontak', baik untuk lobbying formal maupun informal. Selanjutnya, dalam setiap aktivitas lobbying, selalu terkandung tujuan yang sama, yaitu untuk menciptakan "pengaruh" positif melalui berbagai strategi dan taktik yang diterapkan.

Kejelian menangkap momen yang tepat untuk melobi semakin penting. lobbying tidak hanya dilakukan melalui perencanaan, tetapi dapat juga terjadi dalam suasana kebetulan, yaitu jika kita menangkap kesempatan lobbying dalam suatu acara atau aktivitas tertentu.

Merencanakan dan melaksanakan lobbying juga harus memperhatikan apakah target lobbying sudah dikenal dengan baik, serta memahami reputasinya dalam masyarakat dan pola pembinaan hubungan praktis yang harus dikembangkan. Kita juga harus memahami berbagai hal mengenai "sasaran" kita, seperti misalnya kebiasaan dan pola berpikirnya.

Menjadi pelobi memerlukan keterbukaan wawasan, pengetahuan dan pengalaman yang cukup mendalam. Kesemuanya ini dapat diperoleh dari proses pengembangan diri berkesinambungan yang pada awalnya harus mencakup pengembangan kompetensi untuk mengelola kombinasi "kontak-target- waktu-tempat" secara efektif dan efisien. Hal ini hanya dapat diwujudkan secara nyata apabila pelobi telah membekali diri dengan keterampilan untuk membina hubungan dengan orang lain (interpersonal) dan
kemampuan untuk menjadi active listener dan assertive presenter.

Selain itu, seorang pelobi juga harus meluangkan waktu untuk mendalami topik lobbying sehingga tidak terjebak dalam kondisi yang justru tidak menguntungkan dan membahayakan misi lobbying yang sebenarnya. Intuisi, fleksibilitas dan sensitivitas dalam mengelola situasi juga merupakan elemen-elemen pendukung kesuksesan suatu lobbying.

Perlu pula diingat bahwa lobbying mengandung unsur entertainment. Oleh karenanya, kita harus membina kemampuan untuk tidak hanya menghadirkan unsur entertainment saja, tetapi juga menyeimbangkannya dengan pembahasan inti utama lobbying.

Kemampuan melobi merupakan salah satu bekal dalam meniti karir yang sangat penting, terutama di jajaran puncak manajemen. Profesionalisme kita dalam melaksanakan lobbying akan menjadi salah satu pembentuk jenjang karir yang mesti diperhitungkan. (ed: boy 024-70609694)

No comments:

Post a Comment

Tak ada gading yang tak retak, saran dan kritik akan kami terima dengan senang hati. Anda sopan kami segan.

Followers

Networked Blog