Tuesday, December 11, 2012

Inovasi dan Perubahan Global

Dunia berubah dengan cepat. Inovasi mempercepat gelombang perubahan itu. Tapi tahukan Anda inovasi apa yang paling mengubah kehidupan kita ? Beberapa waktu yang lalu, panel yang terdiri dari 20 pakar anggota Asosiasi Ilmu Pengetahuan Inggris mengumumkan 10 jenis inovasi yang mengubah dunia. Kesepuluh inovasi itu adalah teknologi Global Positioning System (GPS), Walkman Sony, Bar code, TV Dinners, Playstation, jejaring sosial, layanan pesan singkat (SMS), uang elektronik, microwave, dan trainers.

Kesepuluh inovasi itu bukan hanya mengubah aturan main dalam industri, namun juga berpengaruh besar terhadap perubahan perilaku konsumen. Uang elektronik seperti kartu kredit memberikan kenyamanan yang lebih besar saat berbelanja dan keamanan yang lebih terjamin, meski tidak bebas dari ekses-ekses negatif. Sementara jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter telah mengubah secara drastis cara-cara orang berinteraksi. Inovasi adalah senjata bagi perusahaan untuk memenangkan persaingan. Namun tidak semua inovasi, yang acap menghabiskan dana yang sangat besar , diterima dengan baik oleh konsumen. Keberhasilan produk inovatif bukan terjadi tatkala produk itu lahir, tapi ketika konsumen menerimanya. Artinya keberhasilan inovasi terletak pada keberhasilan mengubah perilaku konsumen dari kebiasaan lama, sebelum produk itu lahir.

Jadi, bagi sebuah perusahaan, setiap inovasi produk yang dihasilkan sejatinya bertujuan untuk mengubah perilaku dan kebiasaan pelanggan, meski dengan tingkat yang berbeda-beda. Dan yang penting, tidak selalu menuju perubahan radikal. Berkaitan dengan hal ini, Hoyer dan Macinnis mengemukakan tiga kategori inovasi berdasarkan dampaknya terhadap perilaku konsumen,, yaitu inovasi berkelanjutan, inovasi berkelanjutan yang dinamis, dan inovasi yang terputus.  Inovasi berkelanjutan hanya memiliki dampak yang terbatas terhadap pola konsumsi yang berlaku selama ini. Cara menggunakan produk hasil inovasipun kurang lebih sama dengan produk yang telah beredar.

Contohnya adalah inovasi produk-produk makanan. Meski berbeda bahan dan rasa, namun jumlah yang dimakan relatif tidak mengalami perubahan.  Sementara, inovasi berkelanjutan yang dinamis memiliki dampak yang nyata terhadap perilaku konsumen. Contohnya adalah kamera digital, yang berpengaruh kuat terhadap cara-cara orang memotret, menyimpan, dan mencetak gambar.  Beda lagi dengan inovasi terputus, yang identik dengan menghasilkan produk yang benar-benar baru, yang sebelumnya tak dikenal atau bahkan tak terpikirkan. Contoh yang mudah adalah pesawat terbang dan mesin ATM saat pertama kali diperkenalkan, yang mengubah secara radikal perilaku pelanggan. Seperti halnya inovasi berkelanjutan yang dinamis, inovasi terputus acap memberi dambak terhadap produk-produk dan inovasi terkait. Saat microwave diperkenalkan, permintaan terhadap alat-alat memasak dan buku-buku masakan yang berkaitan dengan microwave meningkat.

Perusahaan dapat menentukan strategi inovasinya berdasarkan ketiga kategori tersebut. Apapun strategi yang dipilih, perusahaan harus mengantisipasi sikap pelanggan terhadap produk-produk hasil inovasi. Penerimaan dan penolakan terhadap produk inovasi, sangat dipengaruhi oleh persepsi konsumen terhadap resiko. Apakah dari sisi risiko fisik, risiko ekonomi, risiko fungsional, dan risiko sosial.. Mereka yang mendudukkan keamanan dan perlindungan sebagai pertimbangan utama misalnya, kemungkinan besar menolak tawaran produk-produk inovatif ini yang dianggap memiliki risiko.. Sementara yang memprioritaskan kemajuan dan pertumbuhan kemungkinan akan bersedia mengadopsi tawaran-tawaran baru, paling tidak bila risiko tidak menonjol. Inilah pengaruh persepsi risiko konsumen dalam mengadopsi produk inovatif.

Namun selain faktor risiko, penerimaan terhadap inovasi juga bergantung kepada faktor-faktor seperti harga, relevansi dengan kebutuhan dan selera pelanggan, keunggulan dibandingkan dengan produk-produk yang sudah atau pernah ada, kerumitan produk inovasi, dan ketersediaan layanan purna jual.

No comments:

Post a Comment

Tak ada gading yang tak retak, saran dan kritik akan kami terima dengan senang hati. Anda sopan kami segan.

Followers

Networked Blog