Tuesday, October 16, 2012

Dicari: Konsultan Spesialis!

Dunia politik kini semakin berkembang menjadi industri baru. Industri yang penuh uang. Politik, sebagai ambisi, bisa jadi tidak lagi memikirkan jumlah uang yang dipakai. Dari sini juga, politik bukan lagi sekadar mengejar kekayaan. Politik memasuki fase aktualisasi diri, pengejaran prestise atau bahkan hanya sekadar patung yang dibuat setelah meninggalkan dunia yang fana. Akibatnya, hampir semua dipertaruhkan, tidak peduli dengan persepsi yang berkembang di sebagian kalangan.

Saking banyaknya uang yang beredar di dunia politik, industri pers ikut kecipratan. Kita bisa membacanya dari data-data AC Nielsen. Konvensi Nasional Partai Golkar 2003-2004 adalah fase awal penerimaan besar industri pers dari iklan-iklan politik. Puncaknya adalah pemilu 2004 dan pilpres 2004. Hal itu terus terulang lagi ketika pemilihan langsung kepala daerah dimulai pada tahun 2005. Dari sini, sejumlah konsultan politik muncul, baik di lapangan survei, iklan, pembuatan visi dan misi, sampai penulisan buku, pencetakan kaos, baliho, spanduk, kalender dan lain-lain.

Mobilisasi massa juga hadir dengan para penggeraknya. Sebetulnya, "industri kecil" pengerahan massa ini sudah dimulai ketika aksi-aksi demonstrasi mulai diberi kebebasan. Para tokoh di masing-masing daerah mencuat dengan biaya mahal. Belum lagi para artis
yang dilibatkan dalam kampanye terbuka. Dunia artis semakin mudah masuk ke lapangan politik. Era pemilu 2009 – yang dimulai sejak Pilkada 2005 – menyambut kalangan artis ini beralih rupa menjadi politisi dan pejabat negara. Beberapa berhasil, namun banyak juga yang gagal.

Pernah ada upaya untuk menekan biaya politik dengan cara mengembalikan sistem politik ke arah yang semakin tertutup. Misalnya, dengan menghilangkan suara terbanyak, mengembalikan pemilihan kepala daerah kepada DPRD atau bahkan hanya melibatkan Majelis Permusyawaratan Rakyat sebagai pihak yang memilih Presiden dan Wakil Presiden. Hanya saja, usaha ini sepertinya tidak banyak yang mendukung. Alasannya, secara sederhana, tentulah "kenikmatan" biaya politik yang mengalir ke banyak kantong,
termasuk para pembuat kartu nama, pedagang asongan sampai sopir bus pengangkut massa. Alasan yang lebih substantif, jangan lagi demokrasi dibajak kaum elite.

***

Industri konsultasi politik yang kini berkembang membutuhkan para spesialis. Tugas konsultan secara umum adalah mengurangi kesulitan para kandidat, menutupi kelemahan yang dimiliki, meminimalisir biaya yang keluar, sampai menggali potensi yang dimiliki kandidat. Karena itu juga, konsultan moderen adalah konsultan spesialis dan sub spesialis yang sekaligus idealis. Kalau tidak, konsultan hanya jadi benalu dalam politik, menambah beban masyarakat dan bahkan bisa saja menambah buruk wajah politik.

Hasan Nasbi, konsultan pemenangan Jokowi-Ahok dari Cyrus Network, mengatakan bahwa lebih dari 50 spesialis di bidang konsultan politik di Amerika Serikat. Saya mengamini itu. Konsultan generik berbeda dengan konsultan spesialis dengan solusi khusus.
Spesialisasi berbeda dengan generalisasi. Satu wilayah pemilihan berbeda dengan wilayah pemilihan lain. Sekalipun semua strategi pemenangan Jokowi-Ahok dituliskan, tetap saja strategi itu tidak bisa dipakai di tempat lain secara sama persis atau digunakan lagi di Jakarta dalam pilkada 2017. Waktu dan ruang membatasi.

Ketika ahli-ahli pemasaran produk konsumsi dengan tiba-tiba beralih menjadi konsultan politik, saya menemukan fenomena berikut: kandidat politik dipasarkan sebagaimana memasarkan produk. Ketika jadi Tim Pencitraan JK-Wiranto, saya menemukan banyak sekali proposal yang fokus kepada penyebaran image tentang JK-Wiranto sama persis dengan image produk konsumsi, barang dan jasa. Padahal, politik membutuhkan doktrinasi, program unggulan sampai kepada mitologi. Hampir semua pemenang dalam pilkada memiliki mitologi khusus, sesuai dengan karakter masing-masing kandidat dan kondisi demografis daerah masing-masing.

Para spesialis inilah yang kurang di ranah politik. Jangan heran, apabila pemain-pemain utama konsultan politik biasanya itu-itu saja. Kalah dan menang tidak menjadi pikiran. Upaya menjadi konsultan nomor satu juga tak dijadikan sebagai parameter sukses. Bahkan, sejumlah konsultan bekerja dengan cara-cara yang sama, tanpa inovasi, tetapi telanjur memiliki nama akibat sukses pencitraan sebagai konsultan. Yang juga terjadi, pollster merangkap sebagai consultant, sesuatu yang sebenarnya tabu. Belakangan, konsultan juga bagian dari analis independen, sehingga suara-suara murni hasil analisis tenggelam oleh sikap like or dislike.

Salah satu konsultan yang saya anggap benar-benar memegang garis pinggir yang keras adalah Yon Hotman, pendiri Mc Leader's dan Blora Center. Keberhasilannya, meyakinkan Susilo Bambang Yudhoyono untuk maju Pilpres 2004 dan mendapatkan kepercayaan. Yon Hotman pernah bekerja sebagai volunteer kampanye Bill Clinton di Amerika Serikat. Sayang, hanya itu yang berhasil diraih Yon Hotman. Usai pilpres 2004, Yon sakit keras, dirawat di luar negeri. Dan bulan lalu Yon meninggal dunia. Ia banyak bercerita kepada saya dalam masa yang "kelam" itu, sebagian besar dengan nada sedih bercampur berang usai Pilpres 2004.

***

Saya sendiri pernah selama dua bulan menjadi konsultan di FOX Indonesia ketika pertama kali berdiri. Kliennya adalah Alex Noerdin di Sumatera Selatan. Saya mengundurkan diri, kembali menjadi analis politik, lalu memutuskan terjun ke dunia politik sejak 06 Agustus 2008. Sejak saat itu juga kehidupan politik praktis saya alami, termasuk bertemu dengan beragam konsultan politik di banyak lapangan. Di tengah kesibukan sebagai politisi, saya berdialog dengan sejumlah konsultan politik, mulai dari yang generik, sampai
(sedikit) yang spesialis.

Tentu saya membayangkan kehidupan politik semakin membaik. Partai politik sedang memperbaharui dirinya dari dalam, dunia yang saya lihat sehari-hari. Diluar itu, saya tentu berharap kawan-kawan yang menaruh periuk nasinya di bidang konsultasi politik juga melakukan perbaikan diri. Sudah bukan zamannya lagi mengubah prosentase kemenangan kandidat dalam survei, hanya karena kliennya adalah yang ingin dapat posisi tinggi itu. Apalagi, sudah saatnya menghukum surveyor yang sama sekali hanya mengutak-atik hasil survei orang lain, memungutnya di tong sampah, lalu seolah sudah melakukan survei secara benar.

Sekalipun dalam skala yang masih kecil, saya juga mulai membina sejumlah anak muda untuk menjadi spesialis di bidang konsultasi politik. Butuh kerja keras, memang. Bidangnya juga khusus, yakni di social media, dalam artian memanfaatkan dunia tanpa batas. Mediumnya: website, twitter, facebook, email, youtube, games dan sarana paperless yang lain. Saya jengah melihat baliho-baliho yang menyemak, koran-koran menumpuk yang tidak ada isinya dengan teknik kampanye yang anti nalar, pidato-pidato yang jarang diingat orang, debat yang sama sekali tidak memicu adrenalin, sampai black campaign seputar foto telanjang atau kehidupan pribadi yang penuh dengan bahasa kebencian.

Untuk melihat politik hari ini lebih mudah. Buka saja situs-situs berita, lalu baca komentar yang muncul. Rata-rata negatif. Sebagai pembanding, baca juga situs-situs berita media massa Amerika Serikat yang berisi komentar. Ada dialektika, walau dengan subjektifitas masing-masing. Yang juga gampang adalah melihatmentions pada akun-akun twitter tokoh-tokoh politik. Kalau tidak kuat dengan segala jenis komentar negatif dan fitnah, bisa-bisa seluruh tokoh politik membekali diri dengan lebih dari dua jantung dan dua hati.

Mudah-mudahan, jelang pemilu dan pilpres 2014 kita semakin banyak menemukan konsultan spesialis. Dengan itu demokrasi tumbuh, berkembang, bercabang dan berbuah.


Spesialis Sejarah; 024-7060.9694

1 comment:

  1. Еach yеar well-known cοnsultantѕ іn the Auѕtralia
    rеceive morе than $1 billion for thеir serviceѕ.
    Muсh of this mоney pays for unсlear dаta аnԁ
    pοorly prepaгed resourcе fo review serνices, credit гules
    & pгocedure re-еvаluatiοn.


    Ouг buѕiness system is focuseԁ in safeguаrding аnd
    imprοѵеs praсtice. We and our paгtnerѕ
    undеrtaκe a wide range of areas of аctivitу, inсluding BϺϹ - ouг own unique syѕtem of review.
    We, hаve greatlу еxperienсed anԁ talented consultants offеr a wiԁe
    variety οf ѕpeсіal serviсes to meеt cоmpanies many needѕ.


    We pгovіԁes you with thе
    research anԁ economіc solutions to groω
    yоur share of the retіrement market penetratіon.
    We offer іntegratеd suρport that can hеlp you get your business οbjectіves thrοugh сonsulting on stгatеgіc ѕtгаtegiеs, prоduct development, marketing programs
    and сhannels foг distrіbutiоn.


    A common obјectіve for a statistiсal research pгoject іs tο іdentify causаlitу, and in
    раrticular to draω a cοncluѕion on
    the effect οf changes in the νalues of preԁiсtοrѕ oг other ѵariables on other variables oг actions.
    Therе are tωo majоr tуpes of causal statistical
    studiеs: eхpeгimental study and
    obserѵing studies. In 2 types of studiеs, the effеct of diffeгences of аn іndеpendent vагiablе (oг vагіables) on thе behavior of the depеndent νarіablе arе observeԁ.


    Αlso viѕit my webpage :: jasa seo indo

    ReplyDelete

Tak ada gading yang tak retak, saran dan kritik akan kami terima dengan senang hati. Anda sopan kami segan.

Followers

Networked Blog