Monday, August 29, 2011

7 tahun kedepan ekonomi dunia akan lesu


ST GALLEN, KOMPAS.com — Kebutuhan atas program konsolidasi fiskal di negara-negara Uni Eropa dan Amerika Serikat diperkirakan menyebabkan perekonomian dunia menjadi tidak produktif atau kurus. Hal ini terjadi karena dalam jangka panjang akan terjadi pengetatan fiskal yang akan menekan pertumbuhan ekonomi, sedangkan hasil dari pengetatan itu baru terasa dalam jangka panjang.

"Akan terjadi tujuh tahun ekonomi mengalami kelesuan," ujar Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble di ST Gallen, Swiss, saat menyampaikan paparan di University of ST Gallen, Minggu (28/8/2011).

Ia menegaskan periode kesakitan pada jangka pendek dan potensi keuntungan pada jangka panjang. Di antara kedua periode itulah terjadi tujuh tahun ekonomi yang lesu.
Menurut Schaeuble, dibutuhkan kerja sama erat di antara negara di Uni Eropa untuk mencegah kelesuan ekonomi itu. Namun, sebelum kerja sama itu bisa dilakukan secara efektif, dibutuhkan syarat yang harus dipenuhi.

"Sebelum kerja sama itu menjadi kenyataan, dibutuhkan konsolidasi fiskal dan reformasi struktural di Italia, Spanyol, Portugal, dan Yunani. Esensinya ada di situ," ungkapnya.

Awal pekan ini, Schaeuble bertemu rekan sejawatnya, Menteri Keuangan Perancis Francois Baroin, untuk membahas pemajakan atas transaksi keuangan. Jerman memang sedang mulai merintis beberapa kebijakan fiskal ketat, antara lain pengenaan pajak transaksi dan pelarangan transaksi short selling di bursa efek mereka.

No comments:

Post a Comment

Tak ada gading yang tak retak, saran dan kritik akan kami terima dengan senang hati. Anda sopan kami segan.

Followers

Networked Blog