Sunday, June 13, 2010

Rahasia Terungkap, Jembatan Ajaib Anda untuk Melakukan Persuasi

Sering kali dalam sebuah pertemuan, anda bertemu dengan orang yang menarik. Anda ingin menciptakan hubungan yang baik dengannya, sekaligus memperluas jaringan anda.

Anda mulai dengan memberikan kesan pertama yang memikat. Anda mengerahkan segala daya upaya anda untuk meninggalkan kesan yang mendalam di hati lawan bicara anda.

Nah, satu lagi jembatan ajaib bagi anda untuk melakukan persuasi. Bayangkan, dengan kemampaun persuasi anda, anda akan lebih mudah membina hubungan. Tak hanya hubungan anda yang menjadi semakin membaik, tetapi juga bisnis, pertemanan, dan jaringan kerja anda juga akan semakin meningkat.

“Jembatan apa yang saya butuhkan? Apakah saya bisa memilikinya?”

Tenang, saya akan menjawab pertanyaan anda.

Sebenarnya jembatan ini sudah anda miliki dan gunakan. Namun, seringkali penggunaannya tidak anda sadari. Sehingga saat anda membutuhkannya secara sadar, anda merasa kesulitan untuk menggunakannya.

Segala sesuatu yang menyebabkan orang merasa cocok satu sama lain, semua faktor yang mendukung terciptanya keselarasan antara dua orang, mulai dari gaya bahasa, cara bicara, gerak tubuh dan tangan, dan sebagainya, disebut rapport atau kita sebut “jembatan” anda.

Pernahkah anda mengobrol hingga kadang-kadang satu sama lain seolah-olah tahu apa yang akan akan disampaikan lawan bicaranya: “Aku hampir saja menyebut hal yang sama, sudah ada di ujung bibirku…. HHHH,,,,”
Hal tersebut terjadib setelah berjam-jam anda mengobrol dengan seseorang, dan anda akan merasa semakin nyaman. Disaat inilah “jembatan” anda mulai digunakan.

“Jembatan” ini dapat anda bangun dengan beberapa cara secara sederhana dan sadar. Bayangkan kemudahan yang dapat anda peroleh setelah menggunakan jembatan ini dalam berhubungan dengan rekan, pasangan, bahkan saat mengclosing penjualan anda dengan prospek anda.
Itu sama seperti anda menggunakan jembatan dalam dunia nyata untuk menghubungkan anda dengan tujuan anda. “Jembatan” ini pun mengantarkan anda menyebrangi wilayah yang memisahkan anda dengan lawan bicara anda.

Salah satu teknik yang dapat anda gunakan adalah Mirroring. Ini berarti anda menyamakan gerakan anda dengan lawan bicara anda. Misalnya saat ia menggerakkan tangan, bagian wajah, napas, vocal, hingga verbal. Tapi ingat ini bukan menirukan gerakannya. Hanya menyamakan gerakan anda dengan lawan bicara anda.

Anda juga bisa menggunakan satu jembatan lagi untuk memudahkan proses persuasi anda. “Jembatan” ini bernama V-A-K (Visual – Auditori – Kinestetik). Bagi anda yang belum pernah mendengar V-A-K, ini merupakan strategi yang digunakan setiap orang untuk memutuskan sesuatu.

Strategi Visual, berarti lawan bicara anda menekankan pada hal-hal yang dapat dilihat atau divisualisasikan matanya. Sedangkan strategi Auditori berarti lawan bicara anda menerima rangsangan dari luar dengan menggunakan telinganya. Untuk strategi Kinestetik berarti lawan bicara anda menggunakan perasaannya untuk menerima rangsangan dari luar.

Untuk memahami strategi lawan bicara anda, anda dapat memperhatikan arah gerakan matanya. Saat dalam kondisi tenang atau berpikir tentang sesuatu, ketiga strategi ini memiliki ciri yang berbeda. Orang Visual akan menggerakan matanya ke atas, seolah ingin melihat otaknya sendiri. Orang Auditori akan melihat ke kiri-kanan secara mendatar, seolah-olah ingin meyakinkan diri pada telinganya. Dan orang Kinestetik akan cenderung “melihat hatinya”. Ia akan memandang ke bawah, merasakan sesuatu.
Jadi, tunggu apalagi?

Segera manfaatkan “Jembatan” dalam diri anda untuk melakukan persuasi. Dengan cara sederhana ini, anda akan menjadi ahli persuasi dalam waktu singkat.


02470609694
maspank@yahoo.com

No comments:

Post a Comment

Tak ada gading yang tak retak, saran dan kritik akan kami terima dengan senang hati. Anda sopan kami segan.

Followers

Networked Blog