Thursday, January 9, 2014

Waspadai Penjara Pikiran


http://www.gresnews.com/images_content/20121014Ilustrasi-Penjara-jurnaline.com_1.jpg


Orang Tiongkok di percaya pertama kali menggunakan sikat gigi pada tahun 1400-an. Saat itu sikat gigi di buat dari duri landak yang ditancapkan di tongkat bambu atau tulang seukuran pensil.

Penemu sikat gigi modern adalah orang Inggris bernama William Addis. Dia memakai tulang yang dilobangi kecil² kemudian mengisinya dengan bulu binatang dan mengelemnya menjadi satu.

William pun menjadi jutawan setelah idenya dikembangkan menjadi sikat gigi berbulu nilon dan di produksi oleh perusahaan Amerika bernama 'Du Pont' pada tahun 1938.

Tahukah anda bahwa saat William Addis menemukan konsep sikat gigi, ia sedang mendekam di penjara? Tubuhnya di penjara tapi pikirannya tidak ikut terpenjara.

Sementara banyak orang yang tidak di penjara, tetapi seringkali memenjarakan pikirannya sendiri.

Penjara itu berupa kata²: "tidak mungkin" , "tidak bisa", "tidak mau", "tidak berani" , dan "tidak- tidak" yang lainnya kerap menjadi penghalang kita untuk berkembang dan justru mengeluh, menyalahkan orang lain dan menyerah.

Tuhan memberikan kita potensi diri untuk kita kembangkan, salah satunya adalah pikiran, kreatifitas dan ide². Jangan pernah ijinkan keadaan apapun memenjarakan pikiran kita.

Di hari ke-8 ini, marilah buka hati dan pikiran kita. Gunakan pikiran kita untuk menjadi berkat dan menghasilkan karya terbaik untuk kemuliaan Tuhan.

"Apa yang kita pikirkan menentukan apa tindakan kita."

"Mulailah memikirkan sebuah kemenangan daripada sebuah kekalahan"

Berhati-hatilah, jangan sampai terperangkap dalam penjara pikiran negatif.

Mulailah memikirkan hal positif dan jangan menarik elemen negatif ke pikiran Anda.

Larilah dari pemikiran yang hanya akan membuat Anda khawatir, takut, pesimis dan tidak semangat.

Isilah pikiran Anda dengan hal yang baik, hal yang menyenangkan dan hal yang menyemangati Anda dan siapa saja.




Artikel ditulis oleh Hadi Poernomo, Repost by Jorganizer Hamdani

No comments:

Post a Comment

Tak ada gading yang tak retak, saran dan kritik akan kami terima dengan senang hati. Anda sopan kami segan.

Followers

Networked Blog