Tuesday, March 5, 2013

BISNIS, bukan hanya dengan MODAL.


Teman2, Sering, saat berbagi artikel tentang ide bisnis, peluang bisnis, atau strategi bisnis, masih banyak yang mencibir dengan kata2 KEPUTUS ASA-AN:
"Peluang sih banyak, tapi modal kaga punya brooo !..", atau selentingan lain: "Sebenarnya saya sudah minat berbisnis, tapi siapa yang mau minjami uang buat modal saya..!?".

Inilah alasan klasik dan konservatif.
Bahkan boleh disebut juga sebagai alasan KAUM MATERLIALISTIS, yang mengukur segala kesuksesan hanya dengan adanya uang.
Padahal belum tentu jika ada investor yang mau memodali bisnisnya, kemudian dia mau berbisnis...

Bisnis bukan sekedar ada atau tidak adanya uang, tapi Bisnis lebih kepada "TALK LESS, ACTION & ACTION & ACTION MORE..!"
Tunjukkan aksi kita sekarang!

Modal memang merupakan salah satu ruh dalam berbisnis.
Dalam ilmu akuntansi pun, modal menduduki strata yang sama dengan Harta.
Biasanya ditulis dalam persamaan akuntansi seperti ini :

HARTA = UTANG + MODAL.

Jika MODAL = nol, maka HARTA = UTANG.

Jika MODAL kita = nol (tidak bermodal), maka HARTA dalam perusahaan kita seratus persen berasal dari UTANG.
Konsep ini bisa diterapkan dalam bisnis keluarga.

Mengapa demikian?

Pada umumnya keluarga lebih bersedia untuk meminjami modal dengan pinjaman lunak(tanpa riba dan jatuh tempo fleksibel).

Yang perlu diingat dalam hal ini adalah kredibilitas kita dalam mengembalikan pinjaman modal.
Jangan menunda-nunda pembayaran utang jika kondisi keuangan Anda sudah mampu membayarnya. Boleh jadi dengan menjaga amanah dalam pembayaran utang, kerjasama permodalan dengan keluarga ke depannya semakin berkembang.

Jika UTANG = nol, maka HARTA = MODAL.

Maka seandainya kita tidak berhasil mendapatkan pinjaman/utang sama sekali, maka kondisi harta dalam perusahaan kita seratus persen berasal dari modal.

Ada DUA solusi dalam hal ini :

1. MANFAATKAN APA YANG KITA MILIKI (MODAL PRIBADI).

Allah SWT telah menggariskan rezeki kepada kita sejak kita belum terlahir ke dunia. Tidak perlu kita merasa risau. Sebelum kita meninggal dunia, maka Allah SWT berjanji untuk selalu mengaruniakan rezeki kepada kita.
Apalagi, kita telah dibekali modal secara gratis oleh Allahu ta'ala.

MODAL LISAN untuk promosi.
MODAL TELINGA untuk mendengarkan saran, keluhan, dan feedback dari customer.
MODAL TENAGA untuk memberikan pelayanan terbaik.
MODAL PIKIRAN untuk merencanakan dan mengatur strategi bisnis.

Pertanyaan selanjutnya, apakah kitaa mampu mendayagunakan modal-modal berkualitas itu ?
Atau Anda masih berpikiran sempit bahwa modal bisnis hanyalah UANG ? Berhenti berpikir seperti itu, dan mulailah memacu dan melahirkan kreativitas kita sekarang juga!!

2. MANFAATKAN JARINGAN PERTEMANAN ANDA.

Islam mengajarkan bahwa semakin kita ikhlas bersilaturrahmi (membina hubungan baik dalam kekeluargaan dan pertemanan), maka akan berbanding lurus dengan kemudahan rezeki yang akan kita dapat.

Mulai sekarang, catatlah, siapa saja yang kita anggap mempunyai hubungan baik dengan kitaa? Tidak ada salahnya jika kita mencoba menawarkan kerjasama bisnis dengannya... .

Mau tidak mau kita harus berusaha keras untuk menyiapkan proposal bisnis dan melakukan presentasi yang memikat investor. Memikat bukan berati menjanjikan yang muluk-muluk tanpa dasar yang realistis.
Perlu sama2 kita ingat, bahwa di saat ini investor rata-rata sudah cerdas dalam memilah dan memilih mana bisnis utopis(mimpi) dan mana bisnis realistis.
Bisa juga menganalisis mana jiwa pengusaha dan mana jiwa pengenusaha.
Jadi ??, bersikaplah profesional!

Persiapkan proposal bisnis yang realistis dengan analisis yang akuntabel. Mulailah mendekati investor terdekat kita. Keluarga dekat, kerabat, teman dekat, sahabat karib, atau teman kantor adalah calon investor yang potensial.

Mengapa demikian?

Karena mereka sering berhubungan dengan Anda. Mereka sedikit banyak telah mengetahui track record dan kredibilitas Anda.
Saya yakin, dengan kesungguhan Anda dan presentasi yang meyakinkan, Insya Allah kemudahan untuk mendapatkan investor akan tercapai...

Selamat mencoba....
Gagal tujuh kali, bangkit kembali delapan kali..!
Jatuh seratus kali, Bangunlah dua ratus kali..!!

TALK LESS, ACTION MORE..!!

No comments:

Post a Comment

Tak ada gading yang tak retak, saran dan kritik akan kami terima dengan senang hati. Anda sopan kami segan.

Followers

Networked Blog