Monday, February 4, 2013

Tugas CEO start-up sebagai pemrakasa perusahaan.

Ada tulisan "Chief Executive Officer" sebagai jabatan di kartu nama. Mungkin ini adalah sesuatu yang dibanggakan, bahkan dikejar dan menjadi impian banyak orang. Para karyawan banyak yang bermimpi untuk terus naik pangkat sampai mencapai
jabatan CEO. Hanya beberapa yang berhasil mencapainya, melalui berbagai jalan dan sebab.'

CEO memang hanya ada seorang di setiap perusahaan. Hanya RIM (Research In Motion), produsen Blackberry, yang sempat memiliki 2 orang CEO sekaligus (dikenal sebagai Co-CEO). Namuan kedua CEO ini, berkantor di tempat yang berbeda, tidak terlalu sering ketemu, dan dualisme kepemimpinan ini dianggap sebagai salah satu biang kerok jatuhnya Blackberry di pasar smartphone.

Bicara tentang karyawan yang berhasil menjadi CEO, saya teringat Bp. Zulkifli Zaini. Beliau memulai karir sebagai seorang AO (Account Officer), sebuah jabatan entry-level di Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) tahun 1988, terus naik pangkat secara bertahap, termasuk saat Bapindo dilebur dengan 3 bank lain menjadi Bank Mandiri, beliau terus naik pangkat sampai menjabat CEO Bank Mandiri. Dari manca negara, ada Tim Cook yang karyawan murni berhasil menjadi CEO Apple, perusahaan IT terbesar di dunia saat ini.

Bagi yang tidak betah menunggu, ada jalan pintas untuk langsung menjadi CEO, yaitu membuka bisnis sendiri. Karena anda yang mendirikan, tentu tidak ada yang membantah bahwa anda adalah CEO-nya. Apakah jabatan tersebut ditulis di kartu nama anda atau tidak, pun terserah anda. You are the CEO!

So what?

Apa perbedaan CEO perusahaan start-up dengan CEO perusahaan yang mapan?

CEO perusahaan mapan benar-benar bertugas sebagai "CEO murni", yaitu bekerja di level strategis, menentukan arah dan kebijakan perusahaan. Tanggung jawabnya berat. Kalau salah tetap bisa dipecat dalam RUPS. Ada tambahan "LB" (Luar Biasa) atau tidak, sama nggak enaknya kalau hasilnya adalah dipecat.

Ceritanya berbeda bila anda mendirikan perusahaan sendiri, dan menjabat sebagai CEO-nya. Dalam bahasa keren, anda akan bertugas di tingkat strategis, taktis dan operasional sekaligus. Bahasa awamnya: anda mengerjakan seluruh fungsi perusahaan yang belum diisi oleh karyawan. Banyak perusahaan dimulai hanya dari 1 orang, maka 1 orang ini melakukan segala-galanya.

Apa saja "segala-galanya" itu?

Lengkap. Mulai mencari konsumen, menjual, melayani konsumen sesuai dengan bidang bisnis, menagih pembayarannya, mencatat transaksi tersebut dalam pembukuan, lalu mulai berpromosi untuk mencari konsumen lagi sambil berusaha mempertahankan konsumen yang sudah ada. Kemudian sebagai business owner, harus juga melakukan evaluasi, perencanaan strategis untuk menentukan langkah ke depan, menyusun anggaran, mencari pendanaan bila perlu, dan menyusun rencana pengembangan bisnis. Di saat yang bersamaan, harus terus menambah relasi untuk mendukung lancarnya jalan usaha tersebut. Bicara soal promosi, satu kata ini punya ribuan aktivitas, mulai menyusun konsep, mencari designer, berdiskusi untuk menentukan design terbaik, menentukan media komunikasi untuk menyampaikan materi promosi tersebut ke konsumen. Bila melakukannya dengan benar, ada tahap analisa hasil marketing juga, agar investasi marketing memberi hasil yang maksimal. Mempertahankan konsumen juga bukan pekerjaan yang mudah. Harus disusun strategi untuk terus berkomunikasi dengan konsumen, dan berbagai strategi lain untuk membawa konsumen makin percaya kepada kita. Dan seterusnya.. .

Kalau saya teruskan menulis, pasti pusing yang baca.

Itulah seluruh operasi yang harusnya dijalankan dalam sebuah bisnis (yang saya tulis masih sebagian kecil, supaya tidak terlihat seram).

Pertanyaannya: untuk para CEO start-up ini, berapa persen aktivitas yang harusnya dijalankan, yang sudah benar-benar dijalankan?

Makin kecil persentasenya, makin riskan bisnis tersebut dan makin sulit pula bisnis tersebut tumbuh.

Itu gunanya partner: partner bisnis, partner kerja ataupun partner berpikir.

Selamat berbisnis.

No comments:

Post a Comment

Tak ada gading yang tak retak, saran dan kritik akan kami terima dengan senang hati. Anda sopan kami segan.

Followers

Networked Blog