Monday, February 25, 2013

Resensi Buku 8th Habits

Kita semua tahu betapa, The 7th Habit, buku yang ditulis oleh Stephen Covey, demikian mempengaruhi dunia. Buku yang mengajarkan seseorang bagaimana menjadi pribadi yang efektif. Beberapa tahun kemudian, munculah The 8th Habit, Covey memasukkan kebiasaan yang kedelapan. Kali ini Covey melakukan suatu pergeseran yang cukupsignifikan. Dari efektif menuju kepada keagungan. Didalamnya, Covey memasukkan sebuah kata yang sarat makna: VOICE (panggilan). Temukan panggilan unik Anda, dan bantu orang lain untuk menemukannya, demikian kalimat pamungkas buku itu.

Saya pribadi bertanya-tanya dalam hati mengapa "panggilan" ini seolah baru disadari oleh Covey di kemudian hari? Jelaslah bahwa ternyata menjadi efektif saja tidak cukup. Siapapun boleh saja sukses sampai ke ujung langit, namun jika ia tidak memenuhi panggilannya, he or she is nothing. A big nothing.

Sedikit berbeda dengan Covey, Peter F Drucker, Sang "Penemu" Manajemen dalam salah satu bukunya The Classic Drucker, merekomendasikan pengenalan terhadap talenta seseorang, sebagai faktor krusial, utama dan yang pertama harus digali oleh siapapun. Tidak perduli ia adalah eksekutif, bisnisman, karyawan..singkat kata, siapapun. Pekerjaan dan bidang yang tidak sesuai dengan passion atau talenta seseorang, hanya akan membuat kerugian, tidak saja bagi organisasi namun juga untuk pribadi itu sendiri.

Sekarang kita coba "nyeleneh" ke tokoh yang sama sekali tidak akan masuk hitungan kaum bisnis dan profesional. Khalil Gibran!

Luangkan waktu sedikit untuk meresapi puisi karya Kahlil Gibran berikut..

"Among the hills, when you sit in the cool shade of the white poplars, sharing the peace and serenity of distant fields and meadows -- then let your heart say in silence, "God rests in reason."

And when the storm comes, and the mighty wind shakes the forest, and thunder and lightning proclaim the majesty of the sky -- then let your heart say in awe, "God moves in passion."

And since you are a breath in God's sphere, and a leaf in God's forest, you too should rest in reason and move in passion."

Tokoh-toko itu rupanya sepakat, bahwa setiap orang memiliki sebuah keunikan tak terduplikasi yang ujungnya mengacu pada sebuah misi spesifik. Sebuah passion yang mengarahkan seseorang kepada GREATNESS.

Dari uraian-uraian diatas, dapat disimpulkan God-Spot (passion, bakat, talenta), memiliki dua dimensi, yaitu spiritual dan duniawi. Sehingga adalah keliru jika kita berpikir bahwa God-Spot hanyalah masalah senjata yang membuat Anda sukses, namun mengabaikan SIAPA yang memberikan talenta, passion dan bakat itu kepada Anda.

Demikian juga, adalah tidak benar jika Anda berpikir bahwa konsep yang saya namakan God-Spot ini, hanyalah tentang spiritualitas belaka, kemudian tidak berani bermimpi jadi kaya, makmur dan bebas finansial.

God-Spot tidak hanya memuat issue tentang kedalaman hubungan manusia dengan Penciptanya, namun juga tentang tetek-bengek alias printilan keseluruhan kehidupan. Termasuk uang, perut, cita-cita dan lain sebagainya.

Renungkan hidup ini. Bisa jadi kita pernah membuat sebuah atau beberapa keputusan yang salah. Namun demikian, jalinan peristiwa besar-kecil, suka-duka, penting-tidak penting, sederhana-kompleks. .semuanya "diijinkan" terjadi dengan sebuah maksud. Hanya saja, ada maksud-maksud itu yang belum terungkap dari pandangan mata kita. Dengan kata lain, tidak ada kata "kebetulan" untuk TUHAN.

Nah, God-Spot adalah clue yang akan mengarahkan siapapun kepada "misi spesifik" masing-masing manusia di muka bumi. Ia akan menjawab sebuah pertanyaan hakiki setiap insan mengenai : UNTUK APAKAH AKU LAHIR DI MUKA BUMI INI?

Karena tidak ada seorangpun, lahir kebetulan di dunia ini.

Jika Anda tertarik akan angka-angka, itu bukan kebetulan.

Jika Anda sangat suka mendesain sesuatu, itu bukan kebetulan.

Jika fotografi membuat Anda terhanyut, itu bukan kebetulan.

Jika menulis, membuat Anda seperti berada di kebun bunga nan indah, itu bukan kebetulan.

Jika manusia dan hubungannya mengasyikkan bagi Anda, itu bukan kebetulan.

Jika proses jual-beli, membuat Anda luar biasa senang itu bukan kebetulan.

Jika dunia obat-obatan membuat Anda sungguh terpukau, itu bukan kebetulan.

Jika seseorang meremehkan passion, talenta, bakat miliknya, maka dunia akan meremehkan orang itu. Karena yang ia remehkan bukan hanya dirinya, namun Sang Pencipta yang mengaruniakan semua itu kepada manusia. (ed: Boy 024-70609694)

No comments:

Post a Comment

Tak ada gading yang tak retak, saran dan kritik akan kami terima dengan senang hati. Anda sopan kami segan.

Followers

Networked Blog