Friday, February 1, 2013

Kaizen: Budaya Disiplin dari Jepang.

Disiplin. Sebuah kata yang sangat mudah untuk diucapkan tetapi untuk sebagian orang mungkin sulit untuk dilakukan. Kenyataan nya Disiplin membutuhkan sebuah effort  yang luar biasa untuk menerapkannya dengan konsisten dalam kehidupan kita sehari2. 

Tetapi kenyataan pula bahwa disiplin memang harus dilakukan bila kita ingin sukses menjalani kehidupan ini.  Kesuksesan baru benar2 bisa kita raih ketika disiplin kita tegakkan.

Orang2 sukses yang kita lihat sekarang ini, tidak instant atau serta merta mereka meraih semua itu.

Tengok saja seorang superstar olahraga, Serena Williams, Tiger Woods, Sebastian Vettel, Messi, dll. Mereka membutuhkan sebuah perjuangan yang luar biasa dan disiplin tinggi untuk meraih kesuksesan yang ia miliki. Walau sudah menjadi seorang mega bintang olahraga, latihan masih ia lakukan dengan tekun, setiap hari.

Mari kita tengok juga negara JEPANG, yang dikenal mempunyai etos kerja dan disiplin tinggi, semua itu yang menghantarkannya menjadi negara super power ekonomi. Padahal baru beberapa puluh tahun lalu, Jepang adalah negara kalah perang yang hancur lebur luluh lantak akibat pemboman Hirosima dan Nagasaki oleh Amerika Serikat.

Tetapi, Jepang dapat cepat segera bangkit dari keterpurukan. Salah satu faktornya adalah di masyarakat Jepang punya sebuah tradisi atau semangat  yang biasa disebut " KAIZEN" , yang artinya "penyempurnaan terus menerus (continuous improvement) ". Tiada henti berusaha terus menerus menjadi lebih & lebih baik lagi.

Kaizen sendiri berasal dari kata: Kai = Perubahan dan
Zen = Baik.

Kaizen sendiri lahir karena kekecewaan bangsa Jepang yang belajar pada Amerika yang saat itu sudah maju. Selama berpuluh2tahun mereka belajar pada Amerika, tidak ada sedikitpun perubahan atau perkembangan dalam dunia usaha mereka. Hingga lahirlah Konsep Kaizen yang dimaksud dengan; Kesadaran pencarian masalah, kreativitas, inovasi lalu mengimplementasikan .

Tradisi ini lahir dan dicanangkan oleh Kaisar Meiji paling popluer, yang terkenal dengan istilah "Restorasi Meiji". 

Dengan semangat Kaizen  ini mulai tahun 1980 an, produk-produk Jepang sudah bisa mensejajarkan diri dengan produk Amerika Serikat, padahal di tahun 1639, Jepang dibawah pemerintahan Shogun Tokugawa masih disibukkan oleh pengusiran warga asing dan pengisolasian negara selama 240 tahun ke depan. Sementara Amerika Serikat pada saat yang sama telah mengenal kata "pelanggan". Sebuah keadaan yang sangat jauh berbeda.

Sekarang Kaizen tidak hanya digunakan oleh jepang lagi, tapi sudah menjadi prinsip Manajemen Bisnis didunia,

Dikenal dengan KAIZEN 5 Step Plan :

1. SEIRI (Mengatur).
Bertujuan untuk memisahkan yang perlu dan yang tidak perlu kemudian dibuang.

2. SEITON.
Menyimpan dengan teratur, sehingga bila suatu saat diperlukan dapat diambil dengan mudah.

3. SEISO(Membersihkan)
Lokasi kerja yang bersih menyebabkan jalannya pekerjaan menjadi efisien dan efektif.

4. SEIKETSU.
Kebersihan pribadi (Inner), bersih dan rapi penampilan (Perfect Performance) .

5. SHITSUKE.
Disiplin dalam segala bidang dan dalam segala hal.

Ketika menerapkan sebuah kedisiplinan, disana kita sedang menerapkan pengelolaan waktu yang seefektif mungkin. 

Seorang yang berdisiplin tinggi, berarti dia telah menggunakan waktunya dengan sebaik2nya. 

Tak heran, walau waktu yang dipunyai setiap manusia sama2 24 jam, namun hasil yang diperoleh setiap manusia berbeda-beda. 

Ada yang bisa melesat, ada yang biasa-biasa saja dan ada yang jalan ditempat bahkan ada yang sering mengalami kemuduran. 

Semua tergantung bagaimana ia bisa mengelola waktu dalam kehidupannya.

Dalam Islam terdapat sebuah hadist yang isinya kurang lebih: "Barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, ia adalah orang yang beruntung, barang siapa hari ini sama dengan hari kemarin dia termasuk orang yang merugi, dan barang siapa hari ini lebih buruk dari kemarin dia adalah orang yang celaka" .   

Betapa hadist itu menyiratkan keharusan mengelola waktu yang kita miliki, agar menjadi orang yang selalu lebih baik sehingga termasuk kedalam orang- orang yang beruntung. 

Dalam Al Quran banyak sekali ayat yang mengingatkan kita akan waktu, seperti Demi masa, Demi waktu dhuha, Demi malam hari, dan sebagainya. 

Kedisiplinan sesungguhnya telah diajarkan dalam ajaran Islam, Ibadah sholat mengharuskan kita untuk berdisiplin waktu, kebersihan dan ketaatan. 

Demikian juga dalam ibadah shaum, shaum kita menjadi batal hanya gara2 kita mencuri start buka satu menit sebelum waktunya. 

Sesungguhnya dalam ibadah2 ritual umat Islam ternyata membutuhkan dan mengajarkan kepada kita sebuah kedisiplinan.  

Disiplin, memang harus ditegakkan bila kita menginginkan menjadi orang yang beruntung dan sukses dalam kehidupan, baik di dunia dan di akhirat nanti. 

Terlebih bagi seorang ibu, yang mempunyai anak2 yang akan selalu mencontohnya.  Jangan berharap mempunyai anak yang disiplin, bila kita sebagai ibu tidak memberi contoh yang baik tentang kedisiplinan.

Untuk yang belum bisa berdisiplin (hal ini jelas2 pasti termasuk saya) marilah kita mulai semua itu, dari diri sendiri,  dari hal2 yang kecil, dan saat ini juga.
Ganbatte Kudasai..!.

No comments:

Post a Comment

Tak ada gading yang tak retak, saran dan kritik akan kami terima dengan senang hati. Anda sopan kami segan.

Followers

Networked Blog