Thursday, February 28, 2013

Belajar Tentang Neuron Cerminan

Saya masih ingat suatu hari dimana saya mendapat sebuah musibah. Saya sedang menulis naskah buku dan sedang melakukan perbaikan di sana-sini. Di sela-sela itu saya juga asyik berinternet, saya download beberapa file yang saya inginkan. Namun apa yang terjadi mendadak sebuah virus menyusup ke laptop saya. Proteksi antivirus di komputer saya kalah oleh serangan virus tersebut, membuat laptop jadi ngadat. Saat saya restart lagi, ternyata satu folder naskah saya bersama artikel yang lain hilang lenyap. Mendadak tubuh saya lemas, kerja lembur selama satu minggu, tiba-tiba hilang dalam hitungan menit.

Untuk menghilangkan kepenatan pikiran dan kesedihan itu, saya menuruti Kennedy anak saya yang masih berusia 6 tahun untuk jalan-jalan ke Royal Plaza. Saya makan bersama Kennedy di Hoka Hoka Bento sambil mengingat kembali dengan sedih, rentetan peristiwa kejatuhan virus di laptop tadi. Tiba-tiba seorang anak kecil memerhatikan saya, balita kecil yang manis  dan tersenyum hangat pada saya. Dengan spontan juga saya ikut tersenyum kepada anak yang tidak saya kenal itu.

Saya masih ingat, membuat saya terheran-heran karena wajah yang masih sedih itu bergerak sendiri menjadi senyuman yang membalas senyumannya. Semua itu saya rasakan seolah-olah wajah saya itu seperti wayang, yang ditarik oleh tali-tali misterius untuk memperlebar otot-otot disekitar mulut saya dan menggembungkan pipi-pipi saya.

Dengan jelas saya merasa bahwa senyum saya terjadi tanpa saya inginkan diarahkan bukan dari dalam namun dari luar diri saya. Ya, kesedihan saya telah dikalahkan oleh senyuman seorang anak kecil yang lucu.

Di otak manusia, ada serangkaian sel-sel otak khusus yang disebut Mirror Neuron (Neuron Cermin). Teorinya mengatakan bahwa bila kita melihat orang melakukan suatu tindakan yang menjadi perhatian kita, Neuron Cermin akan berusaha pula meniru tindakan itu. Reaksi tak diinginkan itu jelas menandakan aktivitas dari sesuatu yang disebut "neuron cermin" dalam otak. Neuron cermin melakukan hal itu, neuron ini memantulkan kembali tindakan yang kita lihat pada orang lain, membuat kita meniru tindakan atau terdorong untuk melakukan hal itu. Bagian Neuron melakukan seperti apa yang dilakukannya adalah mekanisme otak yang menjelaskan pepatah lama, "Bila engkau tersenyum, semua orang tersenyum bersamamu".

Fakta Penelitian

Neuron cermin ditemukan di daerah korteks premotor ventral monyet monyet oleh para peneliti di University of Parma, Italia, pada tahun 1992.

Para peneliti yang bekerja dengan monyet mengidentifikasi kelompok neuron di korteks frontal mereka yang diaktifkan ketika monyet membuat gerakan tertentu dengan tangan atau mulut. Tidak ada yang mengejutkan dalam hal itu, karena ini neuron terletak dalam apa yang dianggap sebagai "motor" bagian dari otak. Apa yang mengejutkan, meskipun, kelompok yang sama, monyet yang tidak melakukan gerakan itu sendiri, tapi monyet-monyet lain bukan menonton, tapi juga melakukannya. Oleh karena itu neuron ini diberi nama "Mirror neuron".

Bagian dari otak dimana neuron cermin yang ditemukan pada monyet sesuai dengan bagian dari otak manusia yang dikenal sebagai wilayah Broca, yang sejak abad 19 telah dikenal untuk memainkan peran penting dalam bahasa. Para peneliti menemukan bahwa neuron ini memiliki karakteristik yang khas: monyet melakukan gerakan sukarela (misalnya, memutar pegangan untuk membuka pintu), tetapi juga ketika menyaksikan seekor monyet monyet lain melakukan tindakan yang sama.

Lalu para ilmuwan ini membuat suatu alat yang dapat digunakan untuk memperbesar efek Neuron Cermin. Alat ini kemudian dipakaikan kepada responden manusia. Para ilmuwan tersebut terlebih dahulu mencari dimana posisi Neuron Cermin tersebut berada. Setelah alat tersebut dipasangkan ke area dimana Neuron Cermin berada, responden diminta menonton televisi yang menggambarkan sebuah tangan yang sedang diam dan didepannya ada sebuah objek. Ketika tangan yang ada di televisi bergerak untuk mengambil objek tersebut, jari-jari tangan si responden ikut bergerak dan ketika gambar tersebut diulang, lagi-lagi jari-jari si responden ikut bergerak.

Ketika kita melihat anak-anak kecil berbicara kata-kata pertama mereka dengan meniru orang dewasa, kita melihat bahwa mereka tidak hanya menyalin suara, seperti burung beo. Sebaliknya, mereka meniru juga aspek "sikap tubuh" dari cara mulut orang dewasa bergerak karena mengucapkan kata-kata, bukan fitur akustik dari suara yang keluar dari itu.

Untuk beberapa peneliti, tampaknya semakin jelas bahwa itu adalah aspek motorik dari kata-kata baru yang membuatnya begitu mudah bagi bayi untuk meniru mereka, dan bahwa "sirkuit imitasi" di daerah Broca beroperasi melalui neuron cermin terletak di sana. Inilah yang telah memimpin beberapa peneliti untuk
berpikir bahwa neuron cermin dapat membantu untuk melihat kemampuan manusia dalam memahami makna tindakan orang lain, yang merupakan dasar untuk semua hubungan sosial.

Efek negative Neuron Cermin

Penemuan ini menyimpulkan bahwa otak kita terprogram untuk mengikuti perilaku orang lain.

Anda bisa bayangkan betapa bahayanya acara-acara TV yang sekarang banyak disiarkan di televisi mulai dari program-program kriminalitas sampai dengan
sinetron yang tidak mendidik. Dengan memasukkan informasi negatif ke kepala kita, Neuron Cermin yang ada di otak kita akan secara tidak sadar menirunya. Memang efeknya tidak akan langsung terlihat tetapi pelan-pelan ditabung di otak kita. Tidak tertutup kemungkinan jika kita sedang berada dalam situasi dan kondisi yang sulit kita akan meniru salah satu perilaku negatif yang selama ini telah ditabung di otak kita. Jadi berhati-hatilah terhadap apa yang anda masukkan ke otak anda.

Selain acara TV, pikiran-pikiran yang masuk ke otak andapun harus anda cermati. Pikiran-pikiran negatif yang tidak segera dinetralisir akan mempengaruhi
kondisi emosional anda. Apakah anda sering mengatakan statement "Saya ini orangnya mudah lupa." Saya ini orangnya tidak bisa bangun pagi, saya ini orangnya kalau berhubungan dengan hitung menghitung paling payah deh, saya ini orangnya tidak bisa berdebat, dll. Statement-statement tersebut adalah sesuatu yang anda percayai dan belum tentu benar.

Di masa lampau, anda telah memasukkan pikiran-pikiran negatif tersebut dengan sering ke otak anda sehingga anda percayai bahwa itu diri anda. Dengan menyadari ketika pikiran-pikiran negatif itu muncul di otak anda dan menulisnya, anda memotong kekuatannya. Setelah itu anda harus mencari penawarnya untuk mengalahkan apa yang telah anda percayai itu. Selain pikiran negatif yang dibahas di atas, masih banyak bentuk-bentuk pikiran negatif yang lain.

Apa Manfaat Neuron Cermin Bagi Saya?

Persisnya apa manfaatnya bagi karakter pribadi saya? Dari fakta singkat ini membuat kita semakin jelas bagaimana cara kita mengembangkan karakter unggul sesuai dengan yang kita inginkan:

Pertama, Batasi diri anda dengan hal-hal yang bersifat negatif, misalnya pengaruh tontonan televisi yang tidak mendidik, pergaulan teman sekerja yang negatif, sikap kita yang negatif dll.

Kedua, Belajar dari teladan orang-orang yang telah berhasil di bidangnya. Cari tahu apa yang mereka lakukan, apa yang mereka katakan, bagaimana cara mereka bersikap di masa-masa sulit. Singkat kata memodel apa yang mereka lakukan hingga mencapai keberhasilan.

Ketiga, Bergaul dan berinteraksi dengan orang-orang yang positif, orang-orang yang mempunyai visi yang sama dengan diri anda atau orang-orang yang berpikiran maju.

Keempat, perbanyak wawasan anda dengan buku-buku, vcd dan pengetahuan anda. Itu adalah bentuk tabungan yang positif bagi Neuron Cermin di otak anda.

Selagi anda melakukan empat hal ini, anda terus termotivasi untuk meraih impian-impian anda, yang sudah menanti diujung jalan hidup anda.

Semoga bermanfaat dan memberi pencerahan. [ed: Boy 024-7060.9694]

No comments:

Post a Comment

Tak ada gading yang tak retak, saran dan kritik akan kami terima dengan senang hati. Anda sopan kami segan.

Followers

Networked Blog