Sunday, January 27, 2013

Wearable Investment & Asset

Suka lihat foto di majalah-majalah mahal yang isinya banyak orang "kaya". Atau para artis dan selebritas ibu kota yang tampil di Infotainment dengan membaggakan "tentengan"-nya?

Sebenarnya istilah Wearable Investment ini bukan hal baru atau barang baru, sudah lama banyak orang yang menggunakan barang-barang (baik di badan ataupun kebutuhan sehari-hari) yang masuk ke dalam kategori "investment".

Akan tetapi belum banyak yang membahas tentang hal ini. Tergelitik dari melihat-lihat kaum "the Have" alias orang kaya yang sekarang dikenal dengan Socialita yang sering tampil di majalah untuk menunjukan eksistensi diri, harus dilengkapi dengan barang-barang bermerek yang harganya jutaan bahkan sampai ratusan juta atau bahkan miliaran.

Meskipun tidak semua yang ada di foto majalah-majalah tersebut adalah sosialita beneran, ada juga Social Climber (alias pengen ikut-ikutan tampil bak sosialita), akan tetapi satu ciri khas mereka adalah tampil dengan branded item, khususnya tas tangan (untuk para kaum Hawa).

Dari sinilah timbul keinginan untuk mendalami materi ini. Memang definisi investasi khusus untuk barang-barang ini akan berada di luar pakem definisi investasi biasa. Akan tetapi Wearable Investment dapat dikategorikan, barang-barang (aset) yang kita beli yang mempunyai beberapa kriteria yaitu:
1. Diminati banyak orang
2. Mempunyai nilai jual kembali
3. Harga jual kembali bisa turun sedikit, stabil sama atau bahkan naik
4. Bisa juga barang-barang koleksi (collectible item)

Barang-barangnya pun bisa berjenis macam-macam. Untuk kaum Hawa bisa berupa tas tangan dan aksesories yang harganya jutaan rupiah tersebut, ada juga emas perhiasan dan berlian alias diamond. Sementara untuk kaum Adam bisa berupa jam tangan ataupun kendaraan (mobil dan motor) yang mempunyai nilai jual kembali dengan harga yang tinggi.

Satu hal yang harus diingat adalah bahwa tidak semua barang bermerek (branded item) masuk ke dalam kategori Wearable Investment. Karena merek-merek tersebut juga mempunyai kelas-kelas tertentu.

Misalkan ada merek-merek yang masuk ke dalam kelas A, ada juga merek-merek yang meskipun berasal dari negara yang sama, misalnya Italia atau Prancis masuk ke dalam kategori kelas B dan seterusnya. Kalaupun merek-merek tertentu tersebut masuk kedalam kategori Wearable Investment tetapi tidak semua model yang ditawarkan bisa masuk kedalam kategori di atas tersebut.

Jadi untuk para wanita (pria juga sih) yang hobi belanja harap berhati-hati dalam mengatasnamakan "investasi" ketika membeli barang mewah tersebut. Karena bisa saja itu tidak termasuk kategori barang investasi tapi hanya bentuk pembenaran atas hobi belanja tadi. Dalam tulisan berikutnya kita akan bahas lebih detil ke 4 kategori Wearable Investment di atas.

Menyambung dari tulisan sebelumnya, bahwa Wearable Investment termasuk barang-barang yang kita kenakan sehari-hari akan tetapi mempunyai nilai jual atau investasi. Secara definisi memang akan berbeda dengan produk investasi reguler, ditulisan kali ini kita akna membahas Wearable Investment berdasarkan kategorinya.

1. Diminati banyak orang.
Sebuah barang bisa masuk ke dalam kategori Wearable Investment apabila barang tersebut diminati oleh banyak orang. Tingkat likuiditas dari suatu barang akan menentukan apakah barang tersebut masuk kedalam kategori Wearable Investment ini.

2. Mempunyai Nilai Jual Kembali.
Tingkat likuiditas di atas berhubungan sangat erat dengan nilai jual dan nilai pasar dari barang atau investasi tersebut. Semakin tinggi likuiditasnya maka semakin tinggi nilai jual dari barang tersebut yang bisa didapatkan. Karena pada akhirnya sebuah barang baru bernilai dan masuk ke dalam kategori investasi apabila ada orang lain yang berminat dan ingin membeli barang tersebut. Semahal apapun barang apabila tidak mempunyai nilai jual kembali dan tidak diminati banyak orang tidak akan menjadi suatu barang investasi apalagi Wearable Investment.

3. Harga jual kembali bisa turun sedikit, stabil sama atau bahkan naik.
Di sinilah letak keunikan dari Wearable Investment ini, di mana harga jual kembali barang tersebut bisa turun sedikit, atau bahkan stabil, di beberapa jenis barang bahkan bisa naik daripada harga beli semula. Naik turunnya harga ini sangat erat kaitannya dengan hukum ekonomi supply dan demand atau permintaan dan penawaran barang tersebut yang erat kaitannya dengan dua kategori diatas yaitu jumlah peminat barang dan jumlah barang serta nilai jual kembali.

4. Bisa juga Barang-barang koleksi (collectible item) atau Limited Edition
Barang-barang yang masuk kategori Wearable Investment bisa juga berasal dari barang-barang koleksi atau barang-barang dengan jumlah terbatas alias Limited Edition yang memang digemari dan dicari oleh banyak orang. Kata kunci dari semua kategori diatas adalah "dicari" oleh banyak orang, mengapa demikian? Karena saat ini banyak produsen barang, terutama barang mewah, yang mengeluarkan produk yang diproduksi dalam jumlah sedikit atau istilah mereka Limited Edition. Akan tetapi karena satu dan lain hal, meskipun jumlah produknya sedikit, tetapi tidak banyak orang yang mencari dan berminat pada produk tersebut. Akibatnya bisa ditebak bahwa barang yang tadinya kita anggap atau harapkan bisa menjadi Wearable Investment dan
Collectible Item, karena jumlah terbatas, justru tidak bisa kita jual kembali karena tidak ada yang mau membeli.

Oleh sebab itu, selalu berhati-hatilah apabila kita ingin menentukan mana produk yang bisa kita anggap sebagai Wearable Investment dan mana yang tidak. (T: 024-70609694)

No comments:

Post a Comment

Tak ada gading yang tak retak, saran dan kritik akan kami terima dengan senang hati. Anda sopan kami segan.

Followers

Networked Blog