Tuesday, January 29, 2013

Usia yang tepat untuk menjadi Seorang Pemimpin Perusahaan (CEO)

Menarik sekali membicarakan orang nomor satu, baik itu di jabatan public maupun jabatan swasta di perusahaan seperti CEO. Kata pak Dahlan Iskan untuk urusan memilih CEO di BUMN saja sampai bisingnya minta ampun, bukan saja uang yang dikorbankan namun nyawa pun jadi taruhannya. Kebisingan itu bertambah-tambah karena masing-masing orang juga melobi kanan-kiri, atas-bawah, muka-belakang, termasuk melobi teman-teman dekat pak boss.

Ya begitulah memang adanya, setiap jabatan selalu menjadi magnet dan menarik minat banyak orang, terelebih jabatan sekelas CEO. Tentunya banyak orang yang mau menduduki posisi paling strategis di perusahaan ini, dengan segala konsekuensinya. Ditulisan saya yang dulu ? Bahwa sebagai CEO bukan hanya prestise dan materi saja yang diraih tapi dengan menjadi CEO bisa dijadikan sebagai sebuah legacy pribadi selama masa hidupnya.

Perntanyaan selanjutnya adalah? Berapa umur yang ideal menjadi CEO ? Pada umur berapa saja para CEO terbaik meraih jabatan tersebut ? Bagaimana latar belakang dan hasil yang dilakukan oleh para CEO terbaik tersebut ?

Berikut ini beberapa kisah menarik sepak terjang dari CEO terbaik yang pernah ada dan umur masing masing legenda dalam menjadi orang nomor satu di perusahaan masing masing.


Kisah Pertama, Tanri Abeng (Manager 1 Milyar)

Karir profesional Tanri Abeng dimulai pada usia 26 tahun, segera setelah menyelesaikan pendidikan MBA di State University of New York (SUNY), Buffalo, NY, AS

Memasuki usia 29 tahun, Tanri telah diangkat menjadi Direktur Keuangan dan anggota dewan direksi termuda di dunia dari perusahaan multinasional ini. Untuk meningkatkan wawasan, Tanri ditempatkan di Singapura dengan membawahi urusan pemasaran di 62 negara. Pada usia 37 tahun, sebelum kembali ke Indonesia pada 1979, Tanri dibajak Heineken produsen bir dari Belanda, untuk menjadi orang nomor satu, meskipun ia tidak bisa berbahasa Belanda dan tidak minum bir, Ia menjadi CEO perusahaan tersebut setelah wawancara selama 15 menit.

Selanjutnya ia mengubah nama PT Perusahaan Bir Indonesia ke Multi Bintang Indoensia. Pada tahun 1982 itu mencatat laba sebesar Rp. 4 miliar, naik dari hampir Rp. 500 juta dibandingkan ketika ia bergabung. Mantan Menteri Pemberdayaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada era Presiden Soeharto yang juga seorang pengusaha. Pak Tanri telah meninggalkan blue print untuk pemberdayaan BUMN yang tersusun dalam road map berupa restrukturisasi, profitisasi, dap privatisasi yang disertai sistem berbasis best practice.

Menurut Tanri Abeng strategi perusahaan atau BUMN yang akan IPO sudah harus memiliki daya laba yang menarik untuk orang yang berinvestasi dan membeli sahamnya. Karena nilai saham diukur dari berapa kali pendapatan. Dalam salah satu buku biografi perjalanan hidupnya berjudul "No Regrets" Tanri Abeng mencapai kesimpulan bahwa "pada suatu titik hidup tidak dapat setengah-setengah lagi".

Sewaktu masih remaja, Tanri memulai cikal bakal tantangan hidup yang mulai dihadapi oleh Tanri yang dikenal sebagai Manajer Satu Miliar. Tanri berangkat dari keluarga petani yang tak berkecukupan. Ia adalah anak pertama yang menikmati pendidikan dari desanya. Di sekolah rakyat itulah perjuangan hidupnya dimulai dari menjajakan pisang dari hasil kebun orang tuanya.

Memasuki sekolah lanjutan, Tanri memproduksi bahan pelajaran stensilan yang dijual ke rekan-rekan sekelasnya. Setelah memasuki perguruan tinggi, ia berdagang kopi untuk pasar internasional. Ia sama sekali tak bermimpi menjadi manajer satu miliar dan model profesional.

Kisah kedua Sang Legenda CEO Abad 21, Jack Welch

Jack Welch sudah bekerja jadi teknisi di General Electric sejak 1960. Ia mulai benar-benar dari bawah. Dengan usahanya yang luar biasa, Jack berhasil naik terus ke puncak. Umur 37 tahun, ia sudah menjadi Vice President di GE. Dan pada 1981, Jack menjadi penguasa di GE, sebagai CEO termuda dalam sejarah perusahaan ini.

Dianggap sebagai salah seorang CEO paling dinamis sepanjang masa, Jack Welch mengubah General Electric, industri elektronik tua yang dikepung para pesaing dari luar negeri, menjadi sebuah perusahaan kelas dunia yang menghasilkan keuntungan luar biasa bagi para investornya. Bahkan setelah pensiun, suara Welch masih terdengar di seantero dunia, ketika ia terus mengungkapkan isu mengenai manajemen korporat dan keberhasilan pribadi maupun bisnis.

Selama memegang kendali sebagai CEO GE mulai dari tahun 1981 sampai 2001 telah meningkatkan nilai perusahaan sebesar 4000 % dari yang sebelumnya bernilai 13 milyar tahun 1981 dolar menjadi 500 milyar dolar pada 2001.

Secara strategis, Jack juga membuat struktur organisasi GE lebih ramping dan efisien. Selain menghabisi orang-orang dan anak perusahaan GE yang tidak produktif, ia juga memotong jalur birokrasi. Jack tidak pernah menyukai birokrasi. Ia lalu menciptakan "Boundary¬less System" pada awal 1990-an. Dengan sistem ini, seluruh sistem birokrasi akan habis-habisan diefisienkan, baik vertikal (atasan-bawahan), horizontal (antardepartemen), eksternal (pelanggan-pemasok), juga geografis (antarwilayah, nasional, maupun global).

Banyak yang dihasilkan dari sistem ini, yaitu peningkatan kualitas komunikasi, pemahaman antarbagian, meningkat¬kan efisiensi, memudahkan penyampaian gagasan unggul dan ide kreatif, dan mengurangi konflik juga miskomunikasi secara signifikan. GE jadi lebih sehat dan lebih cepat responsif. Motonya "Semua bisnis yang tidak punya harapan harus diperbaiki, ditutup, atau dijual." Fix, Close, Sell!

Pada 1995, Jack menjalankan program besarnya yang baru, Six Sigma. Ini adalah sistem yang akan menciptakan keunggulan kinerja perusahaan, terutama dalam hal memuas¬kan kebutuhan riil pe¬langgannya. Ini dilakukan lewat program pening¬katan kualitas yang sistematis dan terukur dengan presisi tinggi secara statistik-matematis.

Salah satu kalimat yang terkenal dari sang pendobrak ini adalah : "Sebelum Anda menjadi pemimpin, kesuksesan adalah tentang mengembangkan diri sendiri. Ketika Anda menjadi pemimpin, kesuksesan adalah tentang mengembangkan orang lain.

Cerita hebat dan inspiratif lainnya adalah Sang Legenda CEO Terbaik Indonesia,

Siapa lagi kalau Bapak Theodore Permadi (TP) Rachmat. Sang legenda TP Rachmat memang pantas disebut pemimpin utuh. menjadi CEO Astra di umur 40 Dan menjadi CEO Triputra group di umur 63.

Ada dua fase kepemimpinan yang dilakoni TP Rachmat. Fase pertama saat menjadi profesional dengan posisi sebagai CEO PT Astra International dari 1984 hingga 2002. Fase kedua pascamundurnya dari PT Astra International dan kemudian beralih menjadi pengusaha dengan bendera PT Triputra Group yang berlangsung hingga hari ini dan entah sampai kapan berakhir.

Pada fase pertama selaku CEO PT Astra International, TP Rachmat menorehkan jejak yang pantas dicatat dengan tinta emas. Inilah perusahaan lokal yang layak disebut pionir untuk penerapan manajemen kontemporer, sistem pengaderan pemimpin berkesinambungan dan implementasi etika bisnis dalam setiap tarikan napas operasional bisnisnya.

PT Astra International memelopori bahwa antara kinerja dan etika tidak berseberangan. Bahkan saling melengkapi. Intinya bisnis yang dijalankan berbasis pada etika akan berumur panjang dan meraih kinerja berkelanjutan. Pada era 1980-an, TP Rachmat menjadi inspirator sekaligus eksekutor dari sistem yang disebut Astra Total Quality Management.

Berapa kira-kira umur yang ideal untuk menjadi CEO terbaik ? Jika ditelisik umur para CEO hebat diatas, kita akan melihat ada yang mulai dibawah umur 40 tahun ada yang diatasnya.

Tentu kalau kita lihat dari segi umur saja tidak akan fair, sebab di zaman saat ini dan masa depan justru usia muda yang mempunyai skill dan kemampuan kerja yang lebih bisa diunggulkan, hal inilah yang menjadikan alasan Pak Dahlan Iskan memilih para Direktur Jawa Pos dan CEO di lingkungan BUMN dari anak muda, karena bisa lebih kerja lebih cepat, bisa tidak tidur selama 2 hari, dan keunggulan lainnya, Pak Dahlan Iskan sendiri memulai jadi CEO d Jawa Pos Usia 30 Tahun.

Namun apakah para CEO yang sudah berumur tua tidak hebat ? tentu tidak seperti itu, banyak sekali hal yang menjadi nilai positif dari CEO berumur tua. Salah satunya adalah factor emosional dan pengalaman dalam bertindak, Seperti yang pernah saya tulis dalam artikel "the young leadpreneur" disitu saya menjelaskan mengenai apa keuntungan pemimpin muda dan tua.

Pada zaman dulu, hanya putra konglomerat saja yang bisa jadi CEO di usia muda. Tapi sekarang, di dunia netpreneur telah lahir puluhan CEO muda berusia di bawah 30 tahun dengan asset dan penghasilan jutaan dolar. Sebut saja CEO Facebook, Mark Zuckerberg, CEO WordPress, Matt Mullenweg; CEO Foursquare, Naveen Selvadurai; CEO Mozilla, Blake Ross dan masih banyak lagi.

Di Lingkungan BUMN sendiri sudah banyak sekali CEO dengan usia yang relatif masih muda seperti Jimmy Gani, yang sempat masuk Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai direktur utama BUMN termuda di Indonesia.
Lelaki kelahiran 15 September 1972 ini dilantik sebagai Chief Executive Officer PT Sarinah (Persero) pada 15 Mei 2009. Pelantikan itu menjadikannya CEO BUMN termuda dalam sejarah perusahaan pelat merah di Indonesia. Maklum, saat itu usianya 36 tahun 8 bulan. Ada juga CEO PLN Nur Pamudj yang waktu diangkat umurnya 50 tahun dan CEO PT Rajawali Nusantara Indonesia (persero) Ismed Hasan Putro.

Kesimpulannya tidak ada umur ideal menjadi CEO terbaik apakah harus berumur dibawah 30 tahun, dibawah 40 tahun bahkan diatas 50 tahun. CEO terbaik lahir berkat kesadaran akan arti penting sebuah jabatan, sehingga akan memaksimalkan potensi terbaik yang dimiliki masing masing individu. Sejatinya menjadi orang nomor satu seperti CEO adalah masalah bagaimana kita sebagai individu meninggalkan sebuah legacy, untuk dijadikan sebagai pemaknaan arti bermanfaat sebagai manusia yang diciptakan oleh tuhan.

Melihat kisah para CEO sukses orang diatas menambah keyakinan, bahwa saya tidak boleh takut untuk bermimpi menjadi CEO Terbaik di tahun 2022, karena saat ini hanya mimpilah yang saya punya, persis sama ketika dulu saya hanya punya mimpi untuk bisa kuliah, dan bisa pergi keluar negeri, dan mimpi itu akhirnya menjadi kenyataan setelah saya bisa lulus kuliah dari Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, dan sejak 2008 sampai sekarang hampir tiap tahun mendapatkan kesempatan
mencari ilmu ke Luar Negeri.

Sama halnya ketika dulu Prof.Yohanes Surya yang juga salah satu inspitaror saya, berani bermimpi menghasilkan siswa Indonesia Juara dunia di ajang olimpiade fisika dunia, dulu banyak yang meremehkan dan menertawakan tetapi akhirnya bisa dibuktikan pada tahun 2006 di Singapore, Indonesia menjadi Juara Dunia Olimpiade Fisika Internasional (IPHO) berkat mimpi, semangat dan kerja keras dari Prof.Yohanes Surya.

Waktu mau kuliah dulu hal yang saya lakukan untuk merealisasikan mimpi tersebut adalah belajar minimal 2 jam sehari selama satu tahun menyelesaikan test soal ujian masuk UMPTN, supaya bisa masuk Unair, dan menulis sebanyak minimal 6 karya tulis tiap satu semester supaya bisa memenangi lomba baik ditingkat fakultas sampai tingkat nasional, sebagai strategi mendapatkan kesempatan beasiswa di Luar negeri.
 
Terus untuk menjadikan mimpi saya menjadi CEO terbaik, hal yang perlu saya siapkan adalah belajar dari system perusahaan kelas kecil, menengah dan belajar system perusahaan yang berskala global. Disamping itu saya belajar mulai dari aspek bisnis operational, marketing, produksi dan rencana mau belajar ke bidang keuangan, bidang bidang tersebut sangat penting sekali nantinya dalam menunjang karir dan misi saya dimasa depan.

Apakah saya nantinya akan bener bener menjadi CEO terbaik ? Apakah saya menjadi CEO diperusahaan orang lain ? atau menjadi CEO diperusahaan yang mulai saya rintis dengan kawan kawan saya di M-Brothers Indonesia ? Saya tidak tahu nantinya seperti apa, yang jelas ini hanya sebuah mimpi dari anak Desa dari Paciran Lamongan, dan berharap semua cita cita saya dimudahkan oleh Allah SWT. Saya percaya Man Jada Wa Jadda serta bahwa SEMUA – TELAH – SEDANG – dan AKAN
berjalan SEMPURNA atas Izin Allah SWT.

Kenapa cita cita, serta mimpi perlu ditulis dan dipublikasikan ? sebab saya berharap ada orang setelah baca tulisan saya ini mengamini dan support terhadap apa yang menjadi mimpi saya (walau saya sadar ada yang sinis meremehkan, hehe), terlebih lagi ada yang sudah jadi CEO terus bersedia menjadi mentor saya ? alangkah senangnya saya, hal tersebut akan menjadi sebuah bukti kisah MESTAKUNG dalam kehidupan saya

Bagi saya yang masih berumur dibawah 30an, inilah kesempatan terbaik untuk mencari ilmu dan mencari lingkungan sekaligus partner supaya bisa menjadi CEO terbaik. Semoga saya dipertemukan dengan para CEO terbaik dan bersedia menjadi pembimbing saya dimasa depan.

Bagaimana impian dan pendapat anda ?

(ed: Boy 024-70609694)

1 comment:

  1. Halo, nama saya Nona. Dwiokta Septiani Saya ingin menggunakan media ini untuk mengingatkan semua pencari pinjaman untuk sangat berhati-hati karena ada penipuan di mana-mana. Beberapa bulan yang lalu saya tegang finansial, dan putus asa, saya scammed oleh beberapa lender online. Saya hampir kehilangan harapan sampai seorang teman saya merujuk saya ke pemberi pinjaman sangat handal disebut Anita Charles pemberi pinjaman cepat, yang meminjamkan pinjaman tanpa jaminan sebesar 10.000 Euro dalam waktu kurang dari 24 jam tanpa tekanan atau stres pada tingkat bunga hanya 2%. Saya sangat terkejut ketika saya memeriksa saldo rekening bank saya dan menemukan bahwa jumlah i diterapkan untuk dikirim langsung ke rekening bank saya tanpa penundaan. Jadi saya berjanji saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi jika Anda membutuhkan semacam pinjaman, hubungi Ibu Anita melalui email: anitacharlesqualityloanfirm@mail.com.
    Anda juga dapat menghubungi saya di email saya: septianidwiokta@gmail.com
    Sekarang, semua yang saya lakukan adalah mencoba untuk memenuhi pembayaran pinjaman yang saya kirim langsung ke rekening mereka.

    ReplyDelete

Tak ada gading yang tak retak, saran dan kritik akan kami terima dengan senang hati. Anda sopan kami segan.

Followers

Networked Blog