Thursday, January 10, 2013

Pola Gamifikasi Untuk Pertumbuhan Bisnis

Salah satu kunci keberhasilan usaha kita adalah karyawan. Jika karyawan kita mampu bekerjsa secara maksimal sesuai jabatan dan fungsi tugasnya, maka usaha kita dapat berjalan dengan lancar. Bahkan memungkinkan nantinya dalam operasional harian usaha dapat kita lepaskan untuk didelegasikan kepada karyawan dan kita cukup mengawasi saja. Penting bagi kita untuk mendidik karyawan secara benar, agar kita sebagai owner dapat fokus untuk mengembangkan usaha kita, baik dalam bentuk buka cabang, diversifikasi produk maupun menambah kapasitas industri.

Hanya saja, sering kali kita kebingunan tentang bagaimana cara mendidik karyawan secara sederhana tanpa mengurangi kualitas hasilnya. Ada 4 langkah tahapan yang dapat kita lakukan saat kita mendidik karyawan, yang mungkin dapat pembaca terapkan.

Tahap pertama adalah "owner mengerjakan Karyawan memperhatikan"

Pada tahap ini adalah seperti kita memberikan teori kepada karyawan kita melalui contoh atau perbuatan nyata. Kita kasih tahu cara-caranya kita dalam menjalankan usaha. Seperti kalo kita punya usaha kuliner, ya cara menyajikan menu, menyusun menu dalam lemari menu, atau kalo kita pengusaha fashion adalah cara membuat pola, cara melipat, menjahit, membungkus dan lain sebagainya. Pelatihan kepada karyawan tersebut dilakukan sambil owner mengerjakan, jadi akan lebih efektif karena tidak sekedar tekstual tapi langsung lihat prakteknya.

Tahap Kedua adalah " owner mengerjakan karyawan mengerjakan"

Pada tahap kedua ini, setelah karyawan memperhatikan dan diajari oleh owner, kita minta karyawan langsung praktek bersama-sama dengan kita. Diharapkan dari praktek mengerjakan bersama ini ada kesamaan ritme maupun soul antara jika owner yang mengerjakan sendiri dengan karyawan yang mengerjakan. Sehingga karyawan dalam melakukan pekerjaan tidak asal bisa, tapi juga memperhatikan nilai-nilai yang ingin dibangun oleh ownernya.

Tahap Ketiga adalah " Karyawan mengerjakan owner membetulkan"

Tahap ini merupakan tahap supervisi dan evaluasi atas kinerja karyawan. Dari tahap ini diharapakan apa yang dikerjakan oleh karyawan mempunyai kualitas yang sama atau minimal mendekati sama dengan jika pekerjaan tersebut dikerjakan oleh owner itu sendiri. Syukur-syukur hasil yang dikerjakan karyawan ternyata bisa lebih bagus dari jika dikerjakan oleh owner. Kok bisa? Karena bisa saja saat karyawan yang mengerjakan, karyawan bisa lebih fokus, karena tidak memikirkan hal lain, sedang owner kadang pikirannya justru bercabang ke sisi-sisi lain dari usaha yang dimilikinya, sehingga fokusnya berkurang.

Tahap Keempat adalah "Karyawan mengerjakan owner memberikan inovasi"

Setelah karyawan bisa menghasilkan hal yang sama dari pelatihan bertahap di atas, maka pada tahap ini, owner sebisa mungkin tetap harus memberikan inovasi kepada karyawan tentang hal-hal yang menjadi tugasnya, fungsinya apa? Untuk mengembangkan usaha kita, itu jelas sangat bermanfaat, karena usaha tanpa inovasi akan susah bersaing. Hal lain yang juga penting adalah untuk membuat suasana kerja lebih hidup dan dinamis. Karyawan menjadi tidak cepat bosan karena mengerjakan itu-itu saja. Karena dengan inovasi akan ada hal baru dan tantangan baru sebagai hasil inovasi. Ini juga untuk mengurangi turn over karyawan dalam usaha kita.

No comments:

Post a Comment

Tak ada gading yang tak retak, saran dan kritik akan kami terima dengan senang hati. Anda sopan kami segan.

Followers

Networked Blog