Friday, January 4, 2013

BUMN yang Mati Suri Tahun Depan Harus Bangkit

Pertemuan dengan 100 Pimpinan BUMN BUMN yang Mati Suri Tahun Depan Harus Bangkit

Yogyakarta : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan pengarahan kepada jajaran dewan komisaris dan direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Ballroom Hotel Sahid Rich, Jogyakarta, Rabu (10/10) siang. Tema acara ini adalah 'Menjadi BUMN yang Efisien, Bersih, dan Lokomotif Pertumbuhan' .

Apresiasi dilontarkan oleh Presiden SBY kepada BUMN yang meraih dan mencetak prestasi membanggakan. "Saya yakin akan lebih banyak lagi bintang-bintang baru di tahun mendatang, dan bagi yang belum, yang sedang mati suri, untuk kemudian bangkit dan maju," ujar SBY.

Kepada BUMN yang 'mati suri' dan sudah menyerah, apa boleh buat. "Tentu kita tidak paksakan. Pada prinsipnya tidak boleh ada yang menghambat gerak maju BUMN untuk menopang perekonomian yang sama-sama sedang kita galakkan,"
SBY menambahkan.

Sebelumnya, dalam laporan dan presentasinya, Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan bahwa sekarang ini sudah banyak BUMN yang tadinya 'mati' kini hidup kembali. Diantaranya BUMN yang bergerak di bidang pertanian, jasa, dan kontraktor.

Terkiat dengan tema yang diangkat dalam pengarahan ini, Presiden SBY mengajak BUMN untuk berbenah diri, sebelum ada audit dari luar. "Kalau itu kita lakukan, semua akan menjadi bersih dan tidak perlu para penegak hukum dan auditor harus turun tangan dan memperkarakan kita semua," Kepala Negara mengingatkan. "Ingat, lebih bagus kita bersihkan diri, rumah, dan pekarangan kita daripada harus dibersihkan oleh orang lain," SBY menambahkan.

Presiden juga menekankan pentingnya BUMN menjaga efisiensi. "Tanpa efisiensi dan produktivitas akan lebih banyak lagi yang akan menjadi pihak yang mati suri. Buatlah menjadi kompetitif serta produktif, dan dengan efisiensi yang setinggi-tingginya, " Presiden SBY menegaskan.

Sedangkan untuk poin tema yang ketiga, Presiden mengingatkan bahwa dengan aset BUMN yang begitu besar, harusnya bisa benar-benar menjadi lokomotif perekonomian Indonesia. "Utamanya ketika dunia mengalami resesi," ujar SBY.

Seperti diketahui bersama, saat ini perekonomian dunia masih mengalami perlamabatan pertumbuhan. Dana Moneter Internasional atau IMF baru saja mengoreksi pertumbuhan global dari 3,6 persen menjadi 3,3 persen. Dunia, lanjut Presiden SBY, masih belum bersahabat dan masih penuh ketidakpastian. Oleh karena itu Presiden menegaskan bahwa segala cara harus ditembuh agar ekonomi Indonesia tetap selamat.

Pertemuan ini dihadiri lebih dari 100 pimpinan BUMN, antara lain dari PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Pertamina, PT Perusahaan Gas Negara Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk, PT Bank Mandiri Tbk, dan Garuda Indonesia.

Hadir dalam kesempatan ini Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Kesra Agung Laksono, Mensesneg Sudi Silalahi, Menhan Purnomo Yusgiantoro, Menteri ESDM Jero Wacik, Mentan Suswono, Menteri PU Djoko Kirmanto, Wamendag Bayu
Krisnamurti. Turut pula hadir Ketua BPK Hadi Poernomo, Ketua KEN Chairul Tandjung, dan Gubernur DIY Sultan Hamengkubono X

No comments:

Post a Comment

Tak ada gading yang tak retak, saran dan kritik akan kami terima dengan senang hati. Anda sopan kami segan.

Followers

Networked Blog