Thursday, December 13, 2012

Menggerakkan Perubahan

Pada dasarnya setiap orang ingin kemajuan.Namun sayangnya tidak semua orang menginginkan perubahan. Ini paradoksal tentu saja, karena tidak ada kemajuan
tanpa perubahan. Yang terakhir merupakan prasyarat bagi yang pertama. Untuk bergerak maju, seseorang harus berpindah dari satu titik ke titik lain di depannya. Begitu seterusnya dengan gerakan dinamis spiral ke atas.

  Dalam menginisiasi perubahan organisasional, Kurt Lewin (Field Theory in Social Science, 1951) mengusulkan 3 fase besar proses perubahan demi menggerakan organisasi dari keadaan sekarang menuju masa depan, yakni: 1) Unfreezing (Mencairkan/ mengurai kebekuan), 2) Changing (Perubahan), 3) Refreezing (Memantapkan/ menyatukan kembali).

  Dalam upaya mencairkan atau mengurai kebekuan organisasional, pertama-tama adalah dengan membangkitkan kesadaran (awareness) dari orang-orang kunci
(biasanya 2 sampai 3 lapis di bawah Anda), lalu mempersiapkan mereka untuk proses perubahan. Sosialisasi proses perubahan bisa terus dikomunikasikan dalam
tiap  kesempatan, apakah itu pertemuan formal maupun informal. Biarkan inisiatif perubahan itu menjadi buzzwords (sesuatu yang jadi bahan pembicaraan) di kantin perusahaan maupun di koridor dan di dalam ruang rapat.

  Setelah suasana relatif mulai mencair, proses perubahan mulai digerakkan ke arah yang baru. Ini menyangkut perilaku (behavior) dari tim manajemen. Perilakuya mesti sesuai dengan pola yang baru: 1) Compliance, tindakan tim manajemen sesuai dengan arah kebijakan yang baru. 2) Identification, di mana para anggota organisasi bisa melihat para pimpinan sebagai acuan (role-model) dari gerakan perubahan. Sehingga mereka bisa mengadopsi hal yang baru dan mencoba menjadi seperti yang dicontohkan. 3) Internalization, di sini konsistensi sikap dan perilaku jadi kata kunci. Menginisiasi proses perubahan jangan sekedar panas-panas tahi ayam saja.

  Lalu fase terakhir adalah pemantapan kembali (refreezing) . Fase ini mulai tatkala perilaku yang baru telah mulai menjadi suatu kebiasaan hidup organisasi yang normal.

  Beberapa kiat untuk memulai dan mengelola suatu proses perubahan: 1) Kembangkan sasaran atau tujuan yang baru, libatkan orang-orang kunci (bahkan
seluruh anggota organisasi) dalam prosesnya. 2) Pilih agen-agen perubahan dalam organisasi yang bisa menciptakan suasana kondusif. 3) Diagnosa masalah yang
muncul, identifikasi apa masalah kuncinya. 4) Pilih cara (metodologi) manajemen perubahan yang paling pas dengan situasi organisasi Anda sendiri. 5) Susun
sebuah rencana (unsurnya: tujuan, target antara, sumber-daya yang dibutuhkan, dan rencana waktunya). 6) Yang dekat dengan rencana adalah penentun strategi
perubahan. Ini soal kapan, di mana, dan bagaimana rencananya. Waktu yang tepat (timing) sangat berperan dalam keberhasilan, bagaimana pesan perubahan itu
dikomunikasikan dan bagaimana kemajuan dalam implementasi akan dimonitor juga perlu ditentukan secara bijaksana. 7) Implementasi.

Sebagai inisiator perubahan, Anda mesti menyadari adanya faktor-faktor yang bakal menghalangi. Ini adalah faktor resistensi (penolakan) yang disebabkan
oleh: a) rasa tidak aman yang ditimbulkan akibat perubahan (kehilangan posisi, berkurangnya kuasa, dll), b)komunikasi yang tidak memadai, c)  kecepatan dan
luasnya bidang perubahan, semakin besar cakupan perubahan semakin besar faktor resistensinya, d) penolakan kelompok, misalnya seperti penolakan serikat buruh terhadap suatu inisiatif tim manajemen, e) faktor emosional yang diakibatkan reputasi jelek tim manajemen di masa lalu.

Oleh karena itu, agar proses pengelolaan perubahan bisa berjalan mulus, Anda perlu memastikan adanya:

    1. Partisipasi dan keterlibatan, yang bisa memperlihatkan ketulusan Anda dan tim manajemen.
    2. Komunikasi dan edukasi, untuk memastikan bahwa setiap orang memiliki informasi dan pemahaman memadai tentang arah dan cara yang akan ditempuh.
    3. Kepemimpinan kuat, punya komitmen dan kredibilitas.
    4. Negosiasi dan kesepakatan, terutama jika Anda berurusan juga dengan serikat-serikat pekerja yang ada.
    5. Sikap mementingkan kepentingan bersama.
    6. Waktu yang tepat untuk melakukan perubahan (timing).

Faktor-faktor ini akan membantu Anda mengurangi resistensi terhadap perubahan.

Bersiaplah untuk sukses.

No comments:

Post a Comment

Tak ada gading yang tak retak, saran dan kritik akan kami terima dengan senang hati. Anda sopan kami segan.

Followers

Networked Blog