Tuesday, December 11, 2012

"Kencangkan Ikat Pinggang" Slogan itu telah usang..!

Tahun 1980an saat Orde Baru masih jaya berkuasa sering didengungkan konsep berhemat dengan mengungkapkan slogan "kencangkan ikat pinggang". Sebuah konsep yang bagus tapi ternyata hal tersebut sudah tak berlaku lagi saat ini. Kenapa? Salah satu alasannya ialah yang berlaku sekarang yaitu konsep padat modal. Kita tidak dapat lagi berhemat kemudian hidup dengan keterbatasan sementara produktivitas kita juga ikut berkurang. Lebih tepat jika kita padat modal sekaligus padat modal. Memang sih ibaratnya kita condong sebagai kapitalis.

Slogan memang tinggallah slogan. Keteladanan justru tak tampak dari sebagian pejabat. Sebagian orang malang mencurigai sesuatu telah terjadi. Mereka bertanya-tanya, apakah selentingan kabar mengenai penyelundupan BBM ke luar negeri benar adanya. Selentingan miring ini jelas perlu bukti. Yang terang, hal itu menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah maupun para penegak hukum di negeri ini.

Ngomong-ngomong soal slogan, Indonesia memang jagonya. Sejak republik ini merdeka, pernyataan maupun imbauan kosong senantiasa membodohi rakyat. Dari Soekarno hingga saat ini, boleh dibilang, penuh slogan pepesan kosong.

Di tahun 1965, Bung Karno punya slogan Berdikari atau berdiri di atas kaki sendiri. Berdikari ini adalah sebuah pidato revolusioner dalam rangka melawan neokolonialisme dan neoimperialisme. Bukannya perekonomian nasional membaik, malah revolusi berdarah yang terjadi. Dan, berujung peralihan kekuasaan dari Orde Lama ke Orde Baru.

Pada zaman Soeharto pun sama saja. Terutama saat keadaan ekonomi negara sedang sulit, seperti ketika masa resesi ekonomi dunia pada awal tahun 1980-an. Kala itu, pemerintah mengeluarkan berbagai peraturan yang meminta pejabat dan pegawai negeri untuk hidup sederhana. Istilah saat itu: kencangkan ikat pinggang.

Era Reformasi tak jauh berbeda, bila tak mau dikatakan lebih parah. Krisis ekonomi yang dimulai sejak pertengahan 1997, ternyata makin parah. Seluruh negeri ini dilanda apa yang dinamakan krisis multidimensional. Perekonomian dan kesejahteraan orang banyak pun tak meningkat. Jutaan penduduk Indonesia masih hidup di bawah garis kemiskinan. Pengangguran juga mencapai paling tidak 10 juta orang.

No comments:

Post a Comment

Tak ada gading yang tak retak, saran dan kritik akan kami terima dengan senang hati. Anda sopan kami segan.

Followers

Networked Blog