Friday, December 7, 2012

Ironi ilmu bisnis

Beranikah seseorang mengaku jadi dokter bila tidak pernah kuliah kedokteran? Hukum jelas-jelas melarangnya dan ada sangsi yang jelas untuk pemalsuan kompetensi dokter.

Beranikah seseorang menjadi chef bila tidak pernah kuliah/kursus di bidang kuliner, atau setidaknya belajar otodidak sampai di level mahir? Kasihan yang makan makanannya nanti.

Beranikah seseorang bekerja dengan alat listrik tegangan tinggi bila tidak punya latar belakang pendidikan (formal/non- formal) di bidang kelistrikan? Nyawa sendiri bisa jadi taruhannya.. .

Bagaimana dengan bisnis? Tidak ada yang melarang seseorang buka toko sebelum belajar ilmu bisnis. Mendirikan sebuah PT tanpa latar belakang ilmu bisnis bukan hal yang melanggar hukum.

Hukum alam yang kemudian terjadi. 80% bisnis bangkrut sebelum berulang tahun ke-5 dan hanya 4% bisnis yang bisa merayakan ultah ke-10 (statistik).

Bisa jadi ilmu bisnis adalah satu-satunya ilmu yang dianggap 'tidak perlu dipelajari, nanti kan bisa sendiri kalau sudah buka toko/perusahaan' . Masalahnya terjadi setelah membuka toko atau mendirikan bisnis, ilmu bisnis tidak kunjung dikuasai. Sementara berbagai kesalahan yang terjadi akibat trial & error ternyata sangat menguras biaya dan investasi.

Bila petani memerlukan cara yang tepat untuk bisa menanam padi agar panen (membajak sawahnya dulu, ditunggu, ada proses penyemaian, lalu penanaman, sampai panen), analogi pebisnis: banyak yang melakukannya secara keliru. Banyak yang langsung melempar beras di atas tanah, dan berharap nanti bisa tumbuh padi di situ. Hayoo... berapa banyak pebisnis langsung buka usaha dan lalu berharap nanti bisa untung?

Saking pentingnya ilmu bisnis, kalau meminjam iklannya Sosro ('Apa pun makanannya, minumnya Teh Botol Sosro'), untuk dunia usaha menjadi "Apa pun keahliannya, tetap harus belajar ilmu bisnis baru keahlian itu bisa dibisniskan. "

Memang tidak perlu kuliah jurusan manajemen dulu (in fact, tidak ada jaminan juga), tetapi setidaknya bisa mengikuti berbagai macam training (idak hanya seminar 1-2 hari), membaca banyak buku bisnis, atau meminta bantuan orang-orang yang kompeten dalam bidang bisnis untuk membantu.

No comments:

Post a Comment

Tak ada gading yang tak retak, saran dan kritik akan kami terima dengan senang hati. Anda sopan kami segan.

Followers

Networked Blog