Monday, April 25, 2011

Tips Kaya dan Bahagia

Ada 1 lembaga penelitian sekuler di USA yg meneliti tentang orang-orang bahagia.
Karena ini lembaga sekuler, ukuran bahagia pertama adalah banyaknya uang,
maka lembaga tersebut mensurvey orang-orang kaya (milyuner) dengan sample awal sebanyak lebih dari 200 ribu orang milyuner.

Dari 200 ribu itu disaring kadar bahagia-nya berdasarkan berbagai parameter termasuk
keluarga tersebut.

Hasil saringan terakhir ada sekitar 200 orang yang dianggap sangat bahagia, karena
selain kaya, bisnisnya luar biasa, menikmati hidup, keluarganya beres. Hasil survey
tersebut ditulis dalam buku karangan Thomas Stanley berjudul "The Millionaire Mind."

Orang-orang kaya tersebut rata-rata sudah berumur, mereka adalah orang kaya dalam 1
generasi, artinya bukan kaya warisan, tapi kaya dengan modal zero, alias kerja sendiri. Kemudian orang-orang ini diwawancara satu per satu secara detail, dan di-summary-kan gaya hidup orang-orang tersebut.

Berikut 10 gaya hidup:

1. Orang-orang tersebut frugal = hemat

artinya: mereka penuh pertimbangan dalam memanfaatkan uang mereka. Untuk beli sesuatu, pikir-pikir dulu sekitar 20 kali, tipe orang yang tanya sama Tuhan tentang
segala sesuatu pengeluaran. Mereka tidak diperbudak mode,meskipun tidak kuno, tapi modis. Mereka tahu di mana beli barang bagus tapi murah.

2. Orang-orang tersebut selalu hidup di bawah income mereka, tidak hidup gali lobang
tutup lobang alias anti utang.

3. Sangat loyal terhadap pasangan - tidak cerai dan setia!

4. Selalu lolos dari prahara baik dalam keluarga/bisnis (di USA sering resesi ekonomi, mereka selalu lolos). Setelah ditanya apa kunci lolosnya, jawabannya:
"overcoming worry and fear with Religion and pray, with faith to God. We have God
and His word."

5. Cara berpikir mereka berbeda dalam segala segi dengan orang-orang kebanyakan,
contoh: kita kalau ke mall, mikir abisin duit, mereka malah survey mencari bisnis
apa yang paling laku di mall. They think differently from the crowd. Mereka "man of
production" bukan "man of consumption."

6. Ketika ditanya kunci suksesnya:
a. Punya integritas = omongan dan janji bisa dipegang dan dipercaya.
b. Disiplin = tidak mudah dipengaruhi, dalam segala hal, termasuk disiplin dalam hal
makanan, mereka orang yang tidak sembarangan konsumsi makanan.Tidak serakah.
c. Selalu mengembangkan social skill = cara bergaul, belajar getting along with
people, belajar leadership, menjual ide, mereka orang yang meng-upgrade dirinya,
tidak malas belajar.
d. Punya pasangan yg support, selalu mendukung dalam keadaan enak / tidak.

Menurut mereka, integrity dimulai di rumah, kalau seorang suami/istri tidak bisa
dipercaya di rumah, pasti tidak bias dipercaya diluar.

7. Pembagian waktu/aktivitas, paling banyak untuk hal-hal berikut:

a. Mengajak anak dan cucu sport/olahraga, alasannya, dengan olahraga bisa meningkatkan fighting spirit yang penting untuk pertandingan rohani untuk menang
sebagai orang beriman, untuk bisa sportif (menerima kenyataan, tetapi dengan semangat untuk memperbaiki dan menang).

b. Banyak memikirkan tentang investment.
c. Banyak waktu berdoa, mencari hadirat Allah, belajar Firman. Ini menjadi lifestyle mereka sejak muda.
d. Attending religious activities.
e. Sosializing with children and grand child, ngobrol.
f. Entertaining with friends, maksudnya bergaul, membina hubungan.

8. Have a strong religious faith, dan menurut mereka ini kunci sukses mereka.

9. Religious millionaire.
Mereka tidak pernah memaksakan suatu jumlah aset sama Tuhan, tapi mereka belajar
mendengarkan suara Tuhan, berapa jumlah aset yang Tuhan inginkan buat mereka. Minta
guidance untuk bisnis.

Mereka bukan type menelan semua tawaran bisnis yang disodorkan kepada mereka, tapi
tanya Tuhan dulu untuk mengambil keputusan.

10. Ketika ditanya tentang siapa mentor mereka, jawabannya adalah Tuhan.

" Kaya bukan berarti memiliki segalanya tapi mampu membeli segalanya"

No comments:

Post a Comment

Tak ada gading yang tak retak, saran dan kritik akan kami terima dengan senang hati. Anda sopan kami segan.

Followers

Networked Blog