Thursday, February 17, 2011

Tugas Networker dalam Pengembangan Jejaring

Melewati fase perintisan, tugas Anda sang business-leader memang menumbuh-kembangkannya menjadi berskala besar, bahkan – mengapa tidak – berskala global. Sebagai seorang pedagang (trader), peran Anda sangatlah menuntut kreatifitas dan kemampuan mengorganisir beberapa pemain bisnis sekaligus.

Apa yang dibagikan Victor Fung, William Fung & Yoram (Jerry) Wind (dalam buku mereka: Competing in a Flat World, Building Enterprise for a Borderless World, 2008) bisa jadi panduan para pemain tengah (trading company). Walaupun awalnya bergerak sebagai pedagang, di dalam era dunia yang semakin mendatar - dimana para pemain baru dari pelbagai sudut bumi serentak bisa ikut masuk ke dalam kancah persaingan – maka Anda pun harus berpikir untuk senantiasa menciptakan nilai tambah bagi setiap pemain yang ada dalam konfigurasi jejaring yang sedang Anda orkestrasi.

Pertanyaan mendasar yang perlu selalu ditanyakan pada diri sendiri: mengapa para produsen harus menjual melalui perusahaan/organisasi kita? Dan, mengapa para pelanggan mesti membeli lewat perantaraan kita? Apa nilai tambah yang mereka terima (perceived-value) jika berbisnis dengan (melalui) jasa-jasa kita?

Dengan dipicu oleh perkembangan teknologi komunikasi (internet, digitalisasi informasi) dan teknologi pengelolaan-rantai-pasok(supply-chain-management) skala global yang makin canggih, para pebisnis semakin dimungkinkan untuk berselancar di dunia maya dalam rangka mencari mitra pemasok dan sekaligus pembeli potensial dari dan ke seluruh dunia.

Dengan mengkoordinasikan para pendukung lain, misalnya: surveyor, transporter, logistik-pergudangan, forwader dan packaging, lalu juga mendayagunakan optimal fasilitas perbankan dan intrumen derivatif perdagangan, niscaya kesempatan bisnis Anda untuk terus bertumbuh semakin besar. Di samping aspek mengembangkan sistem organisasi dan membangun kompetensi orang-orang(karyawan).

Ada tiga peran yang mesti diolah dengan baik oleh orkestrator sebuah network bisnis: 1) Design and manage networks, merancang dan mengelola jejaringnya,
2) Control through empowerment, pengendalian melalui pemberdayaan
3) Create value through integration, menciptakan nilai lewat integrasi.

Pertama, merancang dan mengelola jejaring. Jaman sekarang, persaingan usaha bukan cuma antar satu perusahaan dengan perusahaan saingannya. Melainkan kekuatan jejaring suatu perusahan versus kapabilitas jejaring dari pesaing. Networks compete against networks. Maka siapa pun yang paling mumpuni mengelola rantai-pasok (supply-chain)nya, maka dialah yang bakal jadi pemenang. Tugas konduktor adalah mengorkestrasi jejaring yang seluas mungkin, lalu mengupayakan terjadinya rantai-pasok yang paling efektif dan efisien.

Kedua, pengendalian melalui pemberdayaan. Menimbang bahwa sentra produksinya bukan milik Anda sendiri, maka diperlukan suatu model kepemimpinan dan pengendalian yang berbeda dengan cara konvensional. Pertanyaannya, apa sih faktor utama yang membuat anggota jejaring itu kohesif dan saling terikat?

Jawabnya, kombinasi rewards (imbalan), empowerments (pemberdayaan) dan trust (kepercayaan), di samping tentunya pelatihan dan sertifikasi demi pengembangan
kompetensi. Sang konduktor (orkestrator) mungkin saja tidak bisa memecat atau merekrut orang di masing-masing perusahaan anggota jejaring Anda, tetapi – ini
yang terpenting – Anda mengkoordinasikan sekumpulan orang berkompetensi tinggi
dan independen.

Ketiga menciptakan nilai lewat integrasi. Jika dalam format industri jaman dulu nilai diciptakan lewat spesialisasi, maka bagi Anda para trader di dunia yang semakin datar, nilai tambah yang Anda ciptakan datangnya lewat integrasi. Menjadi penghubung sekaligus mampu mengungkit (leveraging) asset perusahaan melalui jejaring yang Anda bangun dan kelola.

Bersiaplah untuk sukses.

No comments:

Post a Comment

Tak ada gading yang tak retak, saran dan kritik akan kami terima dengan senang hati. Anda sopan kami segan.

Followers

Networked Blog