Tuesday, December 1, 2009

Ganesha & Aquarius dalam mitos benua atlantis.

About the elephant-headed deity - the Hindu god of success, the importance of his form and how he got his head.

Dan siapakah AQUARIUS, coba ? Dialah PANGERAN KENCANA yang disebut-sebut Virgilus dalam karya tenarnya ECLOGUE IV, yang merupakan nubuatan terdahsyat MiLLENNIUM ini. Sajak Virgilus dimulai dengan kata-kata : IAM REDIT ET VIRGO! LIHAT, SANG PERAWAN KEMBALI! Ya, AQUARIUS adalah keduanya, baik PANGERAN KENCANA maupun PUTRI KENCANA, karena dia Androgini. Leburnya kedua jenis kelamin adalah REUNI antara kedua ATLANTIS yang telah terpisah sejak mulabuka zaman. Kini mereka bersatu. DOMBA dan SERIGALA menyatu, menikmati 1000 tahun waktu terakhir yang dijatahkan bagi zaman ini, dan kembalinya ZAMAN KENCANA, keemasan. Nubuatan datang karena dia memenuhi dirinya sendiri. Dia adalah personifikasi asa-damba, Egregora dan Kamarupa, yang ada bagi yang percaya. Malanglah orang yang tak percaya, karena AQUARIUS mustahil tercuri.
Arysio Nunes dos Santos, 1997

INDONESIA
CORROBORATING EVIDENCE ON THE REALITY OF ATLANTIS
Push off...for my purpose holds, to sail beyond the sunsets, and the baths Of all the western stars, until I die. It may be that the gulfs will wash us down, It may be that we will touch the Happy Isles, And see the great Achilles, whom we know.
Tennyson

PENDAHULUAN
Banyak kritik atas ATLANTIS menyatakan bahwa selain dialog-dialog PLATO, Timmaeus dan Critias, tak ada bukti terpisah oleh pihak berwenang purba atas hal itu. Tetapi kebenaran tak jauh dari kenyataan. Berbagai mitos dan tradisi karuhun leluhur segala bangsa berpusat pada legenda AIR BAH dan hancurnya TAMAN FIRDAUS (paradiso, ElDorado), asalmula dan fokus Peradaban yang tak lain berada di ATLANTIS.
Nah FIRDAUS TERRESTRIAL (bumi), bukan yang Celestial, adalah TAMAN EDEN, dimana manusia berasal dan pertama kali bangkit diantara binatang-binatang buas di ladang. Kendati begitu, FIRDAUS TERRESTRIAL itu walau benar ada tempatnya, telah terlalu banyak dirohanikan sehingga sukar dijadikan bukti keras adanya Atlantis purba.
Maka dalam bab ini dipaparkan berbagai karya sejarawan dan penulis Atlantis dan yang terkait, juga aneka sumber dan tradisi yang tak bersangkutpaut dengan bahan yang dipakai Plato. Disini dipaparkan secara skematis-terdaftar untuk mempermudah pembandingan. Belum diungkap pembeberan lengkap rinci, dan tema-tema yang teraju hanya sekadar gaba-gaba arah studi. Bagi yang berminat, dipersilakan merujuk sumber-sumber asli, atau membaca berbagai tulisan lain yang lebih rinci.
PILAR-PILAR ATLANTIS
• PROCLUS, komentator atas karya PLATO, sepakat bahwa Crantor pun mengunjungi Sais (di Mesir) sebagaimana Solon melakukannya 300 tahun sebelumnya. Disana para rahib Mesir menunjukkan pilar kencana yang memuat inskripsi hieroglif yang mencatat sejarah secara rinci tentang Atlantis.
• MANETHO, sumber Mesir, sepakat adanya pilar-pilar tersebut dan menyatakan bahwa sebelum AIR BAH, Thoth-Hermes menuliskan pada stelae (pilar) epitom kebijaksanaan purba, sehingga berbagai pengetahuan purba tidak hancur dan hilang pada saat kataklisme terjadi.
• JOSEPHUS, sejarawan Yahudi yang sezaman Kristus, menyatakan bahwa SETH (Thoth ?) menyatakan : ...agar kebijaksanaan dan pengetahuan astronomi tak lenyap saat kataklisme.. ..membuat dua pilar, satu terbuat dari batu lainnya dari bata dan dituliskan inskripsi ... pilar-pilar itu masih ada di tanah Siriad sampai sekarang
• HERODOTUS (Hist.II : 58) secara pribadi menyaksikan di Tyre (Phoenicia) dalam kuil Hercules, .... dua pilar, satu dari emas murni lainnya emerald, yang mencorong kebyar di waktu malam. Pilar-pilar Hercules itu didirikan oleh orang Phoenician dimana-mana mereka bermukim. Mereka mendirikannya terutama pada selat-selat yang menghubungkan dua lautan jaladri, sebagaimana Gibraltar, Bosforus dsb. Pilar-pilar kembar itu merupakan peringatan akan kedua pendiri ATLANTIS, yakni HERCULES dan ATLAS.
• ALEXANDER AGUNG melihat dan memeriksa, seturut sejarawannya, banyak sekali pilar-pilar emas dengan inskripsi, di pedalaman India. Dia pergi melampaui pilar Hercules dan Dionisius dalam perjalanannya ke Timur dan mendirikan pilar-pilarnya sebagai pertanda kebesarannya. Dionisius adalah alias dari Atlas, saudara kembar tua Hercules. Jadi sebagaimana pilar-pilar Hercules dan Atlas di Gibraltar, terdapat pilar-pilar kembaran purbanya di pelosok India, tempat Atlantis berada.
• Dinyatakan oleh PLATO, dalam Critias, bahwa raja-raja Atlantis menuliskan di pilar-pilar mereka, berbagai hukum, edik maupun keputusan-keputusan penting lainnya, dalam ritual-ritual khusus dengan kurban kerbau dipersembahkan kepada Poseidon. Ritual-ritual ini khas HINDIA (India dan Indonesia, anak benua dan kepulauan timur), disebut Gomedha. Kurban ini memperingati matinya Firdaus (Gomedha-dvipa) yang tak lain tak bukan ATLANTIS. Salah satu yang tenar ialah Pilar Delhi yang didirikan oleh maharaja ASHOKA yang memperingati kemenangan atas musuh. Walu terbuat dari baja, Pilar Delhi sekaligus menunjukkan kehebatan teknologi zaman purba, dimana para ahlinya berhimpun di Atlantis. Terbuat dari satu satuan baja, bahkan baja STAINLESS piawai, yang tahan tak berkarat ditelan zaman. Tiada peradaban lain dalam sejarah dapat mengalahkan capaian Hindu ini, yang bersumber dari Peradaban Atlantis.
• Teknologi dahsyat lain dari Atlantis, bukti kepiawaian METALURGI mereka, ialah sehubungan ORICHALCH yang disebut Plato melapisi dinding-dinding Atlantis. Hal ini bukan gagasan konyol "tembaga gunung" bagi bijih tembaga yang sebagaimana logam lain berasal dari pegunungan. Namanya sebagaimana disebut dalam ungkapan Latin AURICHALCUM yakni tembaga-emas atau perunggu-emas. Ini tak lain KUNINGAN, suatu alloy antara tembaga dengan seng, yang menyerupai emas, sebagaimana dikatakan Plato. Kuningan baru dibuat lagi setelah zaman modern karena teknologinya tidak mudah. Rahasia teknologi itulah yang diwariskan melalui orang Hindu yang pasti bersumber dari Atlantis. Fakta bahwa Plato mengetahuinya dan menyebut teknologi itu dari Atlantis, sukar bahkan mustahil dibantah.
• Plato mengatakan bahwa dinding-dinding Atlantis bertatahkan emas, perak, perunggu, timah dan orichalch. Artinya ATLANTIS kaya raya sumber MINERAL, di masa sejarah segala bangsa belum tahu-menahu apapun teknologinya. Perunggu, alloy tembaga dan timah, dipergunakan dalam jumlah besar selama Zaman Perunggu. Sumber logam ini terutama timah, tak pernah dipaparkan jelas. Tambang Koltepe di Anatolia (Turki) terlampau kecil, tambang di Tartessos (Spanyol) hanya omong kosong, dan tambang Comwall (Inggris) ditemukan setelah Zaman Perunggu berlalu. Timah senantiasa dilegendakan berasal dari KEPULAUAN TIMAH, Cassiterides. Kepulauan Timah ini juga disebut Tarshish, Tartessos, kepulauan logam dsb.
Adanya terungkap dalam ALKITAB dan sumber-sumber lain yang tak terpungkiri. TARSHISH itu sebenarnya adalah PUNT (INDONESIA) yang sampai sekarangpun tetap setia memasok timah. Jadi, bila Plato benar, kesimpulan kita ATLANTIS adalah INDONESIA.
• Plato sepakat bahwa Atlantis berlangsung 9000 tahun sebelum SOLON. Solon menjelajahi Mesir pada sekitar tahun 600 Sebelum Masehi (SM) atau 11600 tahun Sebelum Sekarang (SS). Jadi ini bertepatan dengan kataklisme, bencana global, yang mengakhiri Zaman Es Pleistocene, sebagaimana dicatat dalam Geologi. Maka catatan Plato tepat, dan para filsuf YUNANI sungguh tahu apa yang mereka katakan.
• STRABO, ahli geologi dan sejarah Yunani berkata, 2600 tahun sebelum zamannya, ada kalangan pelayar melampaui letak Pilar Hercules, dan bergaul dengan orang-orang Tartessian. Orang Tartessian ini yang kerap dipadankan dengan Atlantean, menulis catatan sejarah mereka sampai 7000 tahun sebelum zaman mereka sendiri. Lagi-lagi, hal itu berarti 11600 tahun SS, tepat seperti yang dikatakan Plato perihal kataklisme Atlantis. Strabo hidup dan tenar di zaman Kristus.
• AMOBIUS, seorang uskup kristiani abad ke-4 Masehi, berkotbah bahwa pada zaman kataklisme yang menghancurkan Peradaban Manusia itu, ... sepuluh ribu tahun lalu, manusia berhamburan melarikan diri dari kepulauan itu yang disebut Atlantis Neptunus, seperti kata Plato, yang menggoncangkan segala bangsa. Lagi-lagi tahunnya 11600 SS (Sebelum Sekarang). Walau sekilas Amobius menyebut Plato, namun dia memiliki akses sumber-sumber lain yang bebas yang kini telah hilang, yang mengiyakan Plato.
• MANETHO, sejarawan Mesir, menempatkan mulabuka Dinasti Jiwa Para Arwah 5813 tahun sebelum MENES, raja pertama Mesir bersatu. Menes berjaya antara 3800 sampai 3100 Sebelum Masehi (SM) atau bahkan sebelumnya. Artinya, Zaman Atlantis lagi-lagi di sekitar 11000 dan 11600 seperti kata Plato. Bukan mustahil Jiwa Para Arwah-nya Manetho ini adalah mereka yang selamat dari kataklisme Atlantis, sebagaimana Leluhur Mati orang Roma yang disebut LEMURES atau LARES itu.
• Tradisi Hindu YUGA, sebagaimana yang dipunyai orang PERSIA, mengacu pada zaman-zaman Peradaban Manusia berlangsung masing-masing 12 000 tahun lamanya. Di pihak lain, menurut tradisi kita kini masuk di Millennium akhir di zaman ini, yang berawal dari punahnya Atlantis. Jadi kataklisme Atlantis berlangsung antara 11600 sampai 12000 tahun lampau.
• Codex Troano bangsa MAYA, yang diterjemahkan oleh Augustus le Pongleon, tokoh ahli Maya itu, memaparkan perihal tragedi Atlantis LEMURIAN, yang menenggelamkan Atlantis. Berjuta-juta orang tewas dan kejadiannya 8060 tahun sebelum bukunya ditulis. Taruh kata codex ditulis pada 1500 SM, awal zaman PraKlasik MAYA, saat peradaban Maya (Olmec) muncul, maka saat kataklisme adalah 11600 SS. Ini cocok benar dengan uraian Plato. Kita tahu, bangsa MAYA sampai ke benua Amerika dari Firdaus manca yang disebut AZTLAN yang terbenam samudera. Aztlan bukan lain Atlantis-nya Plato, tetapi letaknya di sebelah PASIFIK bukan lautan Atlantik sebutan populer kini.
• RAMAYANA, buku yang menceritakan penghancuran LANKA (Alengka) oleh RAMA dan HANUMAN (Anoman) menyatakan bahwa perang itu berlangsung 10 000 tahun sebelum zaman penulisannya. Kini para sejarawan bersepakat bahwa Ramayana ditulis pada 300 SM oleh Valmiki. Maka penghancuran Lanka, artinya salah satu Atlantis, terjadi 12 000 SS atau serupa dengan yang dikatakan Plato.
• Tradisi HINDU berkata bahwa SANGHAM (akademi sastra/puisi/ kepenyairan) berlangsung 4400 tahun. Yang kedua selama 3700 tahun. Dan yang ketiga, yang buntut, berakhir pada awal zaman Kristiani, berlangsung 1850 tahun. Total 11 900 tahun SS sejak mulabuka tradisi Sangham yang tepat setelah usainya AIR BAH. Air bah terkait kataklisme Atlantis, jelas masa tradisi akademi kepenyairan HINDU juga sesuai dengan perian Plato dengan amat rincinya.
• AKHIR zaman Es PLEISTOCENE, bertepatan 11600 SS Plato perihal Atlantis, juga menandai munculnya PERTANIAN, pembangunan KOTA, serta zaman Neolitikum baik di dunia Lama maupun dunia Baru. Sesuai berbagai tradisi sejagad, Peradaban disebarluaskan oleh raksasa Titanik. Raksasa ini adalah para pelarian Atlantis meninggalkan tanah air Firdaus mereka yang hancur, menuju tanah-tanah baru dan mengukir kehidupan baru. Ibarat mengiyakan tradisi-tradisi semesta, akhir-akhir ini diketemukan berbagai kerangka fosil manusia Cro-Magnoid yang terkait Atlantis. Disitu tampak pula berawalnya Neolitikum dan Zaman Peradaban.
• ARTHUR POSNANSKY, arkeolog Jerman-Bolivia yang lama mengkaji Tiahuanaco, tempat berawalnya peradaban INCA di Peru dan Bolivia, menyimpulkan bahwa daerah ANDES ini semula bandar pelabuhan yang terkena bencana naik 3000 meter. Kataklisme terjadi 11 sampai 12 000 tahun lampau, tak berbeda dari epoch Atlantis.
• BRUCE HEEZEN, ahli kelautan tersohor dari Observatorium Geologi Lamont, memperlihatkan bahwa permukaan air laut naik sekitar 100 sampai 150 meter di seluruh dunia pada sekitar 11600 SS. Peningkatan permukaan laut ini berpangkal dari mencairnya berbagai gletsyer Zaman Es yang semula melingkupi sebagian wilayah dunia beriklim sedang sampai berkilometer tebalnya.
Heezen juga menyebut bahwa kenaikan permukaan laut ini cukup untuk menenggelamkan daerah daratan pesisir yang rendah. Utamanya daerah yang kini disebut LAUT CHINA SELATAN hanya berkedalaman sekitar 60 meter. Daerah inilah yang ditengarai sebagai letak Peradaban Atlantis, tenggelam oleh naiknya permukaan laut seperti dikatakan PLATO.
• Kembali ke Tradisi Mesir yang merupakan sumber bahan legenda oleh Plato sekaitan Atlantis. Zodiak tenar DENDERA yang dikopi dari versi yang jauh lebih tua yang sumbernya hilang ditelan kegelapan malam zaman, menunjukkan bahwa konstelasi LEO terletak pada titik vernal epoch mulabukanya. Zaman LEO memusat pada 11720 SM, bersesuaian dengan saat yang ditunjuk Plato perihal berakhirnya Zaman Atlantis, dan menyeruaknya zaman kita kini. Akhir kataklismik Zaman Es Pleistocene dan punahnya Atlantis sungguh merupakan tonggak berseminya zaman baru manusia.
• MAKRISI, sejarawan Arab ternama tentang Mesir, mengiyakan adanya... kobaran api dari Leo menghancurkan dunia. Konflagrasi ini, menggarisbawahi kaitan antara bintang zodiak Dendera dengan kataklisme Atlantis yang dibongkar oleh Plato itu. Suatu ketika kaum Arab menyerang dan mengalahkan Mesir, kemudian mengambili dan mewarisi budaya dan tradisi adiluhungnya, itu yang hendak diutarakan Makrisi pula agaknya.
• Papirus KOPTIK mengungkapkan rentang waktu serupa bagi bencana global itu. Menurutnya : ... Air Bah akan berlangsung manakala hati LEO (Aldebaran) memasuki awal kepala CANCER. Artinya, bila titik vernal menghampir terkait pusat LEO (kejadian 11600 tahun lalu) maka terjadilah Air Bah, menghancurkan Atlantis dan mengakhiri Zaman Es Pleistocene yang telah berlangsung 2.5 juta tahun itu. Dalam kejadian dahsyat global mengerikan itu, banyak spesi mamalia dan hewan lain punah dari permukaan bumi. Tragedi universal yang tak terperi.


Artikel dan referensi disadur kembali oleh:
Joko Hamdani as Pro Historian
024-7060.9694
Independent with my own idealism.


1 comment:

Tak ada gading yang tak retak, saran dan kritik akan kami terima dengan senang hati. Anda sopan kami segan.

Followers

Networked Blog