Wednesday, December 16, 2009

Cara agar selalu termotivasi

Sering banyak pertanyaan dari seseorang, bagaimana caranya agar selalu termotivasi secara terus menerus? Dan bagaimana caranya agar kita maupun orang lain yang bisa jadi itu adalah karyawan kita, keluarga kita bahkan anak kita termotivasi untuk melakukan sesuatu? Caranya sebenarnya mudah dan sederhana.

Caranya adalah bila dalam manajemen dikenal dengan yang namanya Punishment (hukuman) dan Reward (hadiah), sedangkan saya pernah juga membaca diwikipedia yang namanya konsep Carrot dan stick. Apa sih idiom dari kata itu? Yang jelas walau carrot itu artinya wortel bukan kita menjadi kelinci yang untuk memakan wortelnya hehehe…. Idiom dari Carrot dan Stick adalah suatu aturan yang menawarkan suatu kombinasi berupa hadiah (carrot) dan hukumkan (Stick) untuk mendorong menuju perilaku tertentu. Bila ini digambarkan adalah seperti bila anda menunggani seekor keledai dan bagaimana cara supaya keledai itu mau berjalan? Yang harus dilakukan adalah bila tidak dipukul pantatnya ya dikasih wortel dengan diikat disebuah batang kayu lalu dijulurkan ke mulutnya keledai tersebut sehingga dia mau berjalan.

Bagaimana dengan konsep dari NLP, konsepnya cukup sederhana yaitu di NLP mengenal yang namanya konsep Toward dan Away. Nah, ini apalagi konsep toward dan away? Konsepnya tetap sama dengan konsep diatas, yaitu Toward adalah mengejar atau mendekati sesuatu dan away adalah menghindari akan sesuatu yang membuat atau mengarahkan ke perilaku tertentu. Wuihh, gimana cara aplikasinya? Caranya sangat simpel dan sederhana.

Banyak orang yang selalu menggunakan insentif atau hadiah untuk agar seseorang anak, karyawan atau keluarga bahkan diri kita sendiri mau melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan atau impian kita. Bahkan ada beberapa perusahaan yang selalu menggunakan satu jurus atau satu konsep yaitu hanya konsep mengejar insentif. Kalau penjualan tidak terjadi, mereka hanya menambah sistem insentif. Dan anehnya menurut mereka (padahal menurut saya tidak aneh bila tau konsep ini lebih awal) bahwa yang dapat insentif rata-rata adalah orang yang itu-itu saja yang selama ini memang sudah selalu dapat. Ya ada sih orang-orang baru yang dapat tetapi setelah itu balik lagi ke perilaku awal. Hmmmm menarik yah….

Saya juga sebenarnya adalah seseorang yang bukan pengejar atau toward untuk mencapai impian saya bahkan saya orang yang cenderung away. Kok lucu, saya away padahal saya selalu bisa mencapai yang saya inginkan. Padahal kan menghindar. Na, uniknya disini. Saya sudah mengetahui saya away dan ketakutkan saya adalah selalu bila keluarga saya tidak bahagia karena kekurangan uang atau sebagainya. Jadi saya menggunakan away saya tadi untuk mendorong atau istilahnya mesin pendorong saya agar mengejar impian saya. Menggunakan ketakutan saya untuk tenaga ekstra. Dan hasilnya adalah saya berhasil mendapatkan tiga (3) kali Top Achievement Award dari perusahaan saya bekerja dan mendapat hadiah berjalan-jalan keluar negeri. Wuihhh menarik nih. Bahkan bukan itu saja, saya pun pernah menjadi sales terbaik serta masuk ke majalah sebagai penjual yang paling dicari hanya dengan menggunakan konsep ini.

Saya ingat waktu saya bekerja dulu, saya mempunyai seorang teman yang sebenarnya dia adalah tipikal away tetapi dia tidak menggunakan awaynya tadi untuk menjadi sumber tenaganya untuk mencapai impian. Lalu dia hanya mengerutu bila atasannya tidak membantu dia, bahkan dia pernah berucap, dia mah enak, datang pagi hanya baca koran lalu menghilang. Sehingga dia hanya termotivasi untuk membicarakan atasannya. Dan akhirnya, dia tidak mencapai tujuannya alias mencapai target. Kan sayang bila kita bisa mencapai impian dengan mudah bila tidak tahu caranya.

Bahkan saat saya bekerja atau pada saat saya mengajar, kadang saya menemukan beberapa orang salesman yang tidak termotivasi untuk mempunyai uang lebih. Padahal kata manajemennya, gaji tidak besar dan insentif dibesarkan tapi kenapa mereka tidak mengejar? Saya sih hanya mengatakan ya itu tadi, salahnya hanya memakai satu jurus. Yaitu toward saya, pernahkah anda memakai away sebagai senjata anda? Jawabannya biasanya adalah tidak. Kan sayang kan, harusnya bisa kok mencapai target dengan mudah dengan cara ini

Dan bagaimana untuk orang yang toward atau mengejar, ini lebih mudah lagi. Hanya dengan memberikan insentif atau penghargaan tertentu maka dia akan mengejar impian tersebut.

Cara menggunakannya bagaimana? Dan bagaiman kita tahu bahwa dia toward atau away?

Yang bisa kita lakukan adalah menanyakan apa yang penting dari hal itu atau untuk mencapai impian tersebut. Saya bantu untuk memberikan contoh dengan membuat percakapan

“Apa impian anda?”

“Membeli mobil” jawabnya

“Kenapa membeli mobil itu begitu penting buat anda?”

“membeli mobil itu penting buat saya karena itu adalah alat transportasi saya” balasnya

“Kenapa sebagai alat transportasi itu begitu penting buat anda?”

“Karena rumah saya jauh dan kasihan keluarga saya bila mereka naik angkutan umum” katanya.

Na, dari uraian diatas, dia mengucapkan kalimat terakhir adalah kasihan. Kasihan ini adalah identik dari dia menghindar suatu masalah. Jadi dia tipikal away. Bagaimana untuk tipikal toward? Bagaimana cara mencarinya? Disini saya coba berikan contoh dengan juga membuat percakapan dalam bentuk yang sama

“Apa impian anda?”

“Membeli rumah” jawabnya

“Kenapa membeli rumah itu begitu penting buat anda?”

“Karena saya selama ini bekerja dan harus mengejar impian saya untuk membeli rumah” jelasnya

“Kenapa mengejar impian itu begitu penting buat anda?”

“Jelas donk, dalam mengejar impian kan saya mau sukses dan bisa hidup enak” jawabnya lagi

Na, dari cerita diatas, bahwa dia konsisten dalam menjawabnya selalu mengarahkan ke mengejar atau toward.

Karena sudah tahu penjelasan diatas, kita bisa menggunakan konsep toward atau away untuk membantu seseorang atau bahkan diri kita sendiri untuk mengejar impian kita. Dan sebagai atasan, kita bisa menggunkan formula tertentu bila orangnya toward maka diberikan dengan sistem insentif sedangkan bila orangnya away maka bisa diberikan dengan konsep hukuman atau bisa juga dengan menanyakan apa yang paling penting dalam hidup kamu khususnya bekerja? Bila jawabannya adalah keluarga atau kebebasan atau jawaban apapun bisa kita gunakan awaynya adalah keluarganya atau kebebasannya. Coba anda imajinasikan bila anda tidak mengejar impian anda apa yang akan terjadi dengan keluarga anda nantinya? Atau bila anda tidak mengejar impian anda sekarang, apa yang akan terjadi dengan masa depan anda? Apakah anda bisa bebas? Pasti tidak bukan?

Bila kita menggunakan salah satu konsep toward dan away, ini sudah membantu banyak kita agar mudah mengejar impian dan dipastikan akan lebih cepat mencapainya dibandingkan bila kita tidak pernah atau tahu kita adalah orang yang arah motivasi toward atau away.

Artikel diambir dari beberapa sumber dan disadur kembali oleh:
Pro Historian
024-7060.9694 (sms/ telpon)
Independent with my own idealism

No comments:

Post a Comment

Tak ada gading yang tak retak, saran dan kritik akan kami terima dengan senang hati. Anda sopan kami segan.

Followers

Networked Blog