Saturday, August 17, 2019

MERDEKA, Dirgahayu Indonesiaku

DIRGAHAYU INDONESIA MERDEKA

Makna kata merdeka kalau dari sudut pandang bangsa dan bernegara adalah saat negeri tersebut bebas dari belenggu penjajahan sekaligus berdaulat atas nasibnya sendiri. Demikian pula bila kata merdeka ditinjau dari persepsi pribadi penulis sendiri sebagai manusia individu dan sosial, akan merasa telah merdeka bila sudah mampu mandiri dan berdikari. Artinya bebas menentukan sikap serta tujuan untuk melangkah lewat keputusan sendiri termasuk dalam tindakan untuk mencapai tujuan.

Merdeka dalam segala aspek baik mental, moral hingga spiritual sebab pertanggungjawabannya adalah bukan antara saya dan mereka yang disekitar kita, atau antara anda dan saya tetapi sudah mencakup hubungan antara saya dan Tuhan. Untuk bisa memutuskan serta melakukan tindakan dalam menggapai tujuan tersebut pun peran pribadi lebih utama artinya bukan hanya mau tetapi juga telah mampu melakukan semuanya sendiri.

Contoh kasus dalam masalah bisnis, saat kita dalam posisi sebagai karyawan maka kemerdekaan itu relatif dari sudut pandang siapa boss nya. Kalau masih ikut orang maka konotasi kata merdeka bisa dikatakan belum sepenuhnya jadi milik anda sebab anda menukar kebebasan waktu serta finansial anda kepada atasan dan perusahaan lewat skema perhitungan gaji. Jadi dalam bisnis, anda bisa dikatakan merdeka bila anda adalah business owner atau pemilik bisnis tersebut kalau perlu malah andalah investor keseluruhan baik dari saham perusahaan hingga karyawan dan aset terkait (SDM-SDA) termasuk stakeholder kebutuhan costumer atas produk bisnis anda.

Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana merasa merdeka karena proses untuk menggapainya begitu kompleks, rumit, dan dengan proses yang bisa dikatakan tidaklah singkat. Maka jawabannya secara sederhana adalah mengubah mindset atau pola pikir anda. Jangan terbelenggu oleh penjara dan penjajahan yang justru datang dari dalam diri anda sendiri yaitu pikiran.


Thursday, February 14, 2019

Koran Suara Merdeka HUT ke-69


Dalam satu minggu ini banyak moment penting untuk kembali diulang, seperti perayaan hari jadi koran Suara Merdeka "Perekat Komunitas Jawa Tengah" sebagai korannya orang Jawa Tengah. Media yang sejak awal merupakan tempat bagi saya memperoleh data dan fakta terpercaya sekitar tahun 2000 saat dimana sumber online di internet masih sulit diakses baik karena keterbatasan hardware serta software yang saat itu gadget masih barang langka dan mahal.

Skripsi saya yang tentang sejarah sepakbola di Semarang hampir sebagian besar datanya berasal dari arsip koran Suara Merdeka, jadi sejauh ini secara emosional ada keterikatan yang teramat sangat erat baik secara pribadi maupun institusional. Penjelasan mungkin akan terlalu panjang, tapi intinya saya ingin mengucapkan Selamat Ulang Tahun Suara Merdeka ke-69 dan teriring doa semoga koran ini akan tetap ada minimal hingga genap di usia ke 100 tahun nanti meskipun mungkin berat langkah menuju kesana.



Masalahnya saat kita miskin, bukan orang yang populer dan belum sukses; kata-kata bijaksana sekalipun disertai rencana dan harapan idealis sekaligus realistis terkadang tak cukup hingga cuma dianggap kentut. Jadi upaya menuju usia satu abad amatlah sulit untuk dicapai bila tak ada inovasi untuk mendobrak cara media konvensional ditengah kompetisi modern dan global berbasis digital.

Sementara ini yang bisa saya lakukan adalah berharap seperti ucapan Bapak Walikota Semarang Hendrar Prihadi kepada Suara Merdeka; "Semakin Tua, kertasnya mungkin bisa musnah, tapi catatannya tetap jadi sejarah." Dengan semangat tersebut semoga Suara Merdeka tetap dapat bertahan dan terus berjuang demi eksistensinya yang dilandasi idealisme kemerdekaan saat pertama kali terbit, Aamiin YRA.


Followers