Sunday, July 29, 2018

Kami Bersama Neno Warisman

Orang Semarang punya bandara Achmad Yani yang kini diperbaharui dengan tempat (terminal & apron) yang lebih luas dan perpanjangan landasan strategis serta menuju pada akses yang lebih canggih karena terhubung dengan jalan tol. Tentunya dengan berbagai fasilitas dan infrastruktur baru tersebut ditambah pula dengan lokasinya yang semula merupakan area pangkalan udara militer TNI AD di Kalibanteng tidak hanya nyaman dari sisi fasilitas tetapi juga terjamin dari sisi keamanan.

Tentunya kondisi yang sama juga diharapkan serupa pada bandara-bandara lain di Indonesia apalagi yang berlabel sebagai bandara internasional. Namun ternyata baru saja terjadi insiden yang melukai hati terjadi di Bandar Udara Internasional Hang Nadim (Hang Nadim International Airport), dimana warga negara sendiri tersandera atas nama demokrasi dan dasar negara yaitu Pancasila.



Semoga kedepan di masa yang akan datang, intolerasi yang menciderai Bhineka Tunggal Ika mendapat respon cepat dari aparat pemerintah setempat. Arogansi sekelompok orang yang melakukan tindakan represif dan teror terhadap warga negara di tempat umum dapat dicegah apalagi bila terlihat ada tanda-tanda akan melakukan perbuatan anarkis yang menjurus pada upaya kriminal.
#2019GantiPresiden #KamiBersamaNenoWarisman

Wednesday, July 25, 2018

Pendidikan, Tantangan Kehidupan, dan Peradaban.


Kehidupan merupakan proses yang dinamikanya sedemikian kompleks dan setiap orang memiliki peran tersendiri. Meskipun masing-masing memiliki posisi yang berbeda dan terkadang juga dilahirkan tanpa adanya kesempatan yang sama, setiap manusia bisa mengubah jalan hidupnya dengan mengubah cara ia berfikir. Alasannya sederhana, dengan mengubah pola pikir maka akan mengubah cara seseorang mengambil tindakan dan selanjutnya akan berpengaruh pada fase kehidupan selanjutnya. Hal itu akan mempengaruhi jalan hidup perseorangan hingga ikut berdampak pada lingkungan sekitarnya mulai dari keluarga hingga komunitas masyarakat yang lebih luas.

Akan lebih baik bila negara ikut hadir dalam membentuk karakter warga negaranya lewat sarana dan prasarana pendidikan. Tetapi kewajiban utama justru terletak pada diri sendiri seseorang jika ia ingin kehidupan yang lebih baik maka ia harus terdidik, baik lewat pembelajaran pengetahuan, keterampilan dan kebiasaan berdasarkan informasi sekelompok orang serta keahlian komunitas yang diturunkan dari generasi ke generasi lewat pengajaran, pelatihan, atau penelitian lintas waktu.

Pendidikan sering terjadi dibawah bimbingan orang lain, tetapi juga memungkinkan secara otodidak. Kasus yang terdekat adalah penyampaian informasi/ pengetahuan berdasarkan pengalaman orang tua kepada anaknya hingga generasi penerus berikutnya. Ada nilai-nilai penting tersimpan dalam hubungan keluarga sehingga seorang manusia mampu mengembangkan kemampuan dan membentuk watak, kepribadian hingga ikut berperan menyusun peradaban. Dengan kata lain, memanusiakan manusia agar menjadi manusia yang benar sesuai dengan norma yang dijadikan landasan fundamentalnya.

Sumber Suara Merdeka
Tantangan dalam proses pembelajaran melalui pengalaman hidup tentunya beragam, mulai dari skala mikro di tingkat perseorangan hingga keluarga (lokal-nasional) sampai strata makro bernegara hingga diplomasi antar negara. Tentunya itu semua dipersatukan oleh satu visi-misi bahwa manusia ingin kehidupan hari esok jadi lebih baik dan ini sudah menjadi pekerjaan rumah bersama karena kita hidup di bawah sinar mentari dan sinar bulan yang sama serta berpijak pada bumi yang sama.

Joki Hamdani
Journalist Organizer


Followers

Networked Blog